Australia, Info dan Inspirasi, Sydney, Traveling

Natsbee Honey Lemon is “Every Woman’s Dream” to get Their Dreams

Natsbee Honey Lemon is “Every Woman’s Dream” to get Their Dreams

Pilih Padi atau Jagung??

Pesawat jet ini terus melaju dengan kecepatan sekitar 900 km per jam untuk mencapai tujuannya sejauh 5000 kilometer. Tidak peduli dinginnya suhu di luar yang mencapai minus 45 derajat celcius.

Sama seperti halnya pesawat, hidup kita akan terus berjalan apapun alasannya. Waktu akan terus berputar, apapun yang kita lakukan. Adalah pilihan kita untuk bermalas-malasan atau giat berkarya dan bekerja. Pada akhirnya, kita sendiri yang akan menuai padi-nya di musim panen nanti.

Natsbee Honey Lemon is "Every Woman's Dream" to get Their Dreams
Saya memutuskan melangkah sesuai dengan impian saya!

Tulisan ini mulai saya ketik di dalam burung besi menuju ke Jakarta di ketinggian 36.000 kaki di atas permukaan laut, berjarak 250 km dari Alice Spring, Australia sekitar pukul 14.44 waktu setempat. Bagi saya, saya telah melakukan banyak perjalanan di usia saya yang menjelang tiga puluh tahun. Ribuan bahkan belasan ribu kilometer perjalanan pernah saya tempuh dalam sekali perjalanan. Kesempatan baik datang kepada saya dan suami untuk menjelajah dunia berdua saja. Padahal, di dunia ini masih banyak orang lain yang melakukan traveling lebih sering dibanding kami. Sebagian lagi, memang tidak suka melakukan perjalanan seperti ini. Ini adalah salah satu rejeki dari Tuhan, rejeki setiap orang sudah digariskan oleh Tuhan.

Banyak atau sedikitnya rejeki yang diperoleh dan apapun bentuknya, semua tergantung dari rasa syukur kita kepada Tuhan. Semakin kita bersyukur, semakin banyak rejeki yang didapat. Bukan… Bukan saya sombong. Tapi, ketika saya menceritakan ini, saya hanya menunjukkan rasa syukur saya. Lagipula, sangat tidak perlu saya ceritakan bagaimana peluhnya menjalani hidup saya. Yakinlah, setiap manusia ada ujiannya masing-masing. Just show up your happiness to other people and it will be other people’s inspired.

Continue reading “Natsbee Honey Lemon is “Every Woman’s Dream” to get Their Dreams”

Australia, Sydney, Traveling

Nyantai di Sydney, Australia (part 8- the last part)

03 Mei 2017 : TIME TO GO HOME…

Tidak ada kendala apa-apa dipagi ini, kami check-out dari hotel jam 7 pagi, kami berjalan kaki menuju Kings Cross Station, naik kereta menuju ke Bandara Sydney. Di kereta, kami duduk di kabin atas, karena sekali lagi untuk terakhir kali menikmati kenyamanan transportasi di Negara Kangguru ini, sebelum kembali ke Indonesia (entah kapan lagi kami akan kembali kesini). Saat mendekati bandara, kamipun turun ke kabin bawah dan bergabung dengan orang-orang lainnya yang juga akan turun. Saat berdiri, di dekat kami ada seorang bapak bule yang membawa koper dan lengkap dengan seragamnya (kecuali bar di tangannya), sepertinya ia adalah seorang pilot. Saya masih sedikit bertanya-tanya, kalau di Indonesia, para kabin kru maskapai penerbangan selalu ada yang antar jemput, tapi di beberapa negara, seperti Malaysia, Singapura, Korea Selatan dan juga Australia ini, sepertinya mereka berangkat dan pulang sendiri deh.. Ada yang bisa bantu jelasin?? Hehe.. Sorry random haha.

Kings Cross with Love
Cola Sign Sydney

Continue reading “Nyantai di Sydney, Australia (part 8- the last part)”

Australia, Sydney, Traveling

Nyantai di Sydney, Australia (part 7)

02 Mei 2017

Hari ini adalah hari terakhir kami akan berjalan-jalan di Sydney, besok kami akan kebali ke Indonesia tercinta! Kayaknya semua sudut Sydney sudah kami singgahi, jadi mungkin hari ini akan lebih santai lagi di Sydney CBD.. Pagi ini saya masih berharap bisa tiba-tiba bertemu dengan Bunga Citra Lestari yang lagi syuting film Surat Kecil Untuk Tuhan di Sydney (ngarep).

Kami terlebih dahulu check-out dari Sydney Boulevard Hotel dan seperti rencana awal, kami menuju hotel terakhir kami di Sydney, yaitu Ibis Budget Sydney East. Lokasinya dekat dengan Kings Cross Station, dekat dengan Coca Cola sign, tidak terlalu jauh dari Sydney Boulevard Hotel, jaraknya hanya sekitar 700 meter.

Sydney di hari terakhir sangat cerah!

Continue reading “Nyantai di Sydney, Australia (part 7)”

Australia, Jalan-jalan, Sydney, Sydney Fish Market, Sydney Opera House

Nyantai di Sydney, Australia (part 6)

Australian Lingo! Speak like a local!!

Kalau ke Australia jangan heran dan bingung ya dengan Bahasa Inggris yang mereka gunakan. Pada dasarnya, bahasa formal orang Australia mengarah ke British English sebagai negara persemakmuran mereka. Tak hanya aksen British yang mereka gunakan, Australia juga memiliki bahasa gaul atau slang. Jika berkunjung ke Australia, mungkin kita akan mendengar orang-orang di sana menggunakan bahasa slang yang lazim didengar seperti g’day mate.

Australian Slang (sumber: internet)

Continue reading “Nyantai di Sydney, Australia (part 6)”

Australia, Sydney, Traveling

Nyantai di Sydney, Australia (part 5)

30 April 2017

G’day!! 18°c  in Sydney!

Hari ini kami bangun dengan badan cukup segar dan tidak lagi ada bentol-bentol di badan saya, I really have a tight sleep, thank you Sydney! Plan kami hari ini adalah bertemu salah satu teman kuliah kami yang sudah cukup lama stay di Sydney. Media sosial yang seringnya digunakan sebagai tempat pamer, ternyata bermanfaat juga ya! Teman kami yang bernama Ahmad tiba-tiba melihat postingan status Path pak suami kemarin pamer-pamer waktu baru sampai di Sydney gituuu… Ahmad langsung nge-direct message ke pak suami, singkat cerita akhirnya kami janjian deh buat ketemuan besokannya dan jalan bareng!

Setelah selesai bersiap dan packing barang, kami check out hotel tepat jam 8 pagi. Kami berdua berjalan kaki dari hotel menuju Hyde Park terlebih dahulu untuk ketemuan dengan Vicky. Seperti yang sudah saya jelasin, kami di The York Hotel ini cuma semalam aja.. Hotel ini nyaman ajaa dan worth it lah dengan harganya, karena lokasinya strategis! hanya saja karena terlalu besar jadi agak sepi gitu rasanya, saya sendiri bukan orang yang mudah untuk tidur nyenyak di kamar hotel (mau sebagus apapun kamarnya), mesti saya ngajiin dulu baru saya bisa tidur haha.. Ini serius loh, saya biasanya baca alquran kalau habis solat wajib di hotel, zikir-zikir juga saya banyakin. Karena pernah trauma diganggu mahluk halus, eh tapi nggak trauma juga sih namanya, wong saya berani koq kalau malam-malam dikamar hotel bangun hanya untuk ke toilet, minum ataupun kelaperan tengah malem sendirian.. Hanya untuk jaga diri ajaa.

Room 1109 The York Hotel Sydney (see you again!!)

Continue reading “Nyantai di Sydney, Australia (part 5)”

Australia, Sydney, Traveling

Nyantai di Sydney, Australia (part 4)

29 April 2017, Sydney Kingsford Smith Airport

Bulan April ini sebenernya Sydney baru akan memasuki musim dingin alias sedang musim gugur, jadi masih kuat lah yaa pakai kaos selembar di pagi hari gini, tapi katanya kalau sore apalagi malam hari udara akan semakin drop ke 10 degrees. Jadi, saat keluar dari bangunan terminal ini kami sangat senang, karena udaranya mirip seperti di pegunungan gitu! Adeem! Kami sudah bertigaan sekarang, kami akan ke pusat Kota Sydney, Vicky menyarankan untuk naik UBER aja, jadi yaudah kami nurut, Vicky telpon-telponan sama drivernya, tapi yaa karena Vicky juga belum pernah naik UBER dari bandara, jadinya kami cari-carian.. Berulang kali, sampai kami naik ke departure hall, padahal area itu tempat yang dilarang menaikkan penumpang, hanya untuk drop off saja… Sampai akhirnya si UBER membatalkan pesanan kami. Haha

Kingsford Smith Airport (sumber: Wikipedia)

Kami akan menuju hotel kami di pusat kota, namanya The York by Swiss-Belhotel, yes karena rencana awalnya kami mau berangkat tanggal 29 April, tapi malah jadi tanggal 28 April, jadinya kami harus booking hotel tambahan satu malam. Sebelumnya, saya udah cerita di Part 1, kalau kami udah booking hotel untuk tanggal 30 April-3 Mei. Nah, hotel tambahan ini kami booking waktu di Bali, pas nunggu pesawat ke Sydney.

Continue reading “Nyantai di Sydney, Australia (part 4)”

Australia, Sydney, Traveling

Nyantai di Sydney, Australia (part 3)

Curhat Colongan Sebelum Boarding

Setelah 3 jam menunggu di luar gate yang sebenarnya, kami masuk ke gate kami, sebentar lagi boarding. Selama menunggu antriannya dibuka (sesuai urutan kursi), tidak boleh ada yang bawa makanan lagi, jadi semua makanan kami buang saja walaupun masih bersisa, kecuali yang ada wadah tertutup dan bisa dibawa ke tas (termasuk pringles saya masukkan ke tas hehe).

Jujur, dari pagi saya udah tegang dan deg-degan, malah sampai nggak bisa tidur, karena ini termasuk penerbangan jarak jauh tapi kami tidak well plan.. Ditambah lagi, di tanggal muda gini, uang langsung ludes dong pasti karena jalan-jalan, nggak kebayang sisa hari yang bakal kami lalui hiks… Alasan keberangkatan kami ke Sydney simple, kami bosan, kami butuh liburan! Diantara teman-teman kami yang juga merantau sebatangkara pasti pernah merasakan titik jenuh dan nggak tau apa lagi yang mau dilakukan, apalagi kami masih berdua, hehe. Kebetulan hobby kami berdua sama, yaitu traveling ke kota besar. Alhamdulillah bersyukur!

Continue reading “Nyantai di Sydney, Australia (part 3)”