Kuala Lumpur, Malaysia, Traveling, Wisata Belanja, Wisata Kuliner

Serba-Serbi Wisata di Kuala Lumpur, Malaysia

Memenuhi janji saya kepada teman-teman Instagram, saya akan menuliskan bocoran liburan saya di Kuala Lumpur. Tauu gak, tahun 2017 ini saja kami sudah 3x ke Kuala Lumpur (norak, padahal banyak yang lebih sering haha). Eits ini bukan ajang buat sombong atau riya ya, tapi dipenghujung 2017 ini saya kepingin banget bagi-bagi pengalaman liburan saya dan suami ke Kuala Lumpur. Isinya berupa rangkuman-rangkuman dan tips-tips yang saya tulis dengan bahasa dan gaya saya, yang semoga bermanfaat bagi teman-teman. Apa sih yang bikin kami nggak bosen ke KL? Ada apa aja disana?? Yuk buruan simak sampai habis dan silahkan komen di kolom di bawah ini jika ada yang mau ditanya ya!

Petronas Tower (KLCC)

Tujuan kami ke KL selama ini adalah selalu untuk escape dari kebosanan! Untuk istirahat, untuk makan enak dan untuk makan halal!! Seringnya kami stay dan jalan-jalan di kota saja tanpa harus ke objek wisatanya. Saya sendiri sudah pernah ke Genting Highland, Batu Caves, dan pernah ke Malaka juga, jadi saya pikir saya datang ke Malaysia bukan sebagai traveler lagi, just enjoy the city gituu deh!

Kuala Lumpur itu enak untuk escape, karena:

  1. Transportasi masal-nya sudah terintegrasi dengan baik dan tertib waktu, jadi aman mau kemana-mana nggak mesti sampai sewa mobil.
  2. Kurs tukar rupiahnya masih masuk akal (masuk dompet juga), dibanding negara tetangga kita lainnya, Singapura. Yaitu saat ini Rp 3500 per 1 Malaysian Ringgit (MYR).
  3. Makanannya dominan halal, karena Malaysia sendiri merupakan negara muslim. Kalau di Singapura, makan di foodcourt saja belum tentu halal, Karena saya pernah waktu mau makan, eh petugasnya bilang “it’s no pork but there is no halal certificate”. Saya nggak jadi makan deh hehe. Mendingan nggak tahu daripada dibilangin gitu haha…
  4. Varian makanannya banyak, mulai dari makanan khas melayu, arab, sampai Chinese ada.
  5. Harganya serba lebih murah dari negara lain, tapi kualitasnya bagus… Seperti hotel, makan, minum, barang-barang di dept store, oleh-oleh, dll.
  6. Bahasa yang digunakannya Bahasa Melayu jadi nggak pusing dengan Bahasa Inggris.
  7. Buat hijabers, tenang aja disini banyak yang kerudungan juga.
  8. Fasilitas untuk Solat gampang ditemui di Kuala Lumpur

 

REFERENSI HOTEL YANG CIAMIK DI KUALA LUMPUR

Berikut saya share tempat-tempat penginapan saya dan suami selama beberapa kali kesana. Juga beberapa hotel yang sering jadi incaran dan belum kesampean (udah hapal saking seringnya buka aplikasi pencarian hotel dan ngebaca review-nya satu-satu). Nah, biasanya kalau ke Kuala Lumpur ini jadi wisata hotel gitu buat saya dan suami, karena hotelnya bagus-bagus dan harganya masih masuk akal! Check this out ya!!

Hotel yang menjadi incaran (belum kesampean) yang recommend banget buat menginap:

  1. Ansa Hotel Bukit Bintang (Rp 1.100.000 per malam)
  2. Wolo Hotel Bukit Bintang (Rp 900.000 per malam)
  3. Le Apple Boutique Hotel Bukit Bintang (Rp 600.000 per malam)
  4. Le Apple Boutique Hotel KLCC (Rp 750.000 per malam)
  5. Dorsett Kuala Lumpur (Rp 850.000 per malam)
  6. InnB Park Hotel (Rp 400.000 per malam)
  7. Izumi Hotel Bukit Bintang (Rp 400.000 per malam)
  8. Traders Hotel by Shangri-La (Rp 1.400.000 per malam)

Kalau di bawah ini adalah hotel tempat saya dan suami menginap (yang masih ingat),

Pullman Kuala Lumpur City Center Hotel and Residence (Rp 1.200.000 per malam)

Hotel ini terletak di belakang Pavilion Bukit Bintang, sebuah mall besar di KL. Waktu itu kami lagi superrr lucky karena harga yang kami dapat adalah 800 ribu rupiah doang per malam!! Nah kan, jangan takut yaa buat ngecek harga hotel berbintang! Pullman KLCC ini kamarnya bagus bangetttt dan sangat modern pastinya, apalagi kami dapat kamar yang hook (alias di ujung gitu jadi supeeer luas) ke arah Pavilion pulakk! Sarapannya enak banget. Kolam renangnya kecil dan terlalu ramai oleh anak-anak, jadi saya memutuskan tidak ikutan berenang, karena takut tertukar dengan anak-anak lainnya karena sama-sama nggak bisa berenang haha. Harga aslinya lumayan tinggi, maklum ini hotel bintang lima. Tapi lokasi menentukan harga banget, untuk yang ini harga normalnya sekitar 1.2 juta per malam, tapi ada satu lagi Hotel Pullman di daerah Bangsar (lumayan jauh dari central), yaitu Pullman Bangsar Hotel, harga per malamnya sekitar 1 juta rupiah.

Depan Pullman Hotel KLCC
Room 1325 Pullman Hotel
Room 1325 Pullman Hotel
Room 1325 Pullman Hotel
Room 1325 Pullman Hotel
Room 1325 Pullman Hotel (kamarnya di hook haha)
Room 1325 Pullman Hotel
Room 1325 Pullman Hotel

 

Concorde Hotel Bukit Bintang, Kuala Lumpur (Rp 850.000 per malam)

Yang ini favorit saya dan suami, walaupun butuh naik MRT (cuma satu pemberhentian, yaitu Bukit Nanas ke Bukit Bintang) kalau mau ke Bukit Bintang, tapi lokasi hotelnya dekeeeet banget sama stasiun Bukit Nanas. Kalau ke Menara Kembar Petronas malah bisa berjalan kaki, sejauh 500 meter saja! Kamarnya full carpet dan ruangannya cukup besar. Kebetulan kami sudah dua kali menginap di Concorde ini, yang kedua kalinya Alhamdulillah di upgrade ke family room yang superrr guedeee! Di family room ini kekurangannya adalah TV nya nggak ada di kamar, adanya di ruang tamu. Agak bete sih waktu di family room, Karena desain kamarnya agak kuno jadi nggak nyaman buat saya, apalagi kami cuma berdua aja di kamar sebesar itu. Kalau kamar yang sebelumnya enak banget, ada bathtub-nya juga kok! Oiya, kolam renang di Concorde Hotel ini ukurannya lumayan besar dan tidak terlalu ramai, bisa buat belajar renang deh haha. Yang paling saya suka disini adalah menu breakfast nya yang buanyaaaak variannya dan enak-enak!!

Kamar dgn TV (pertama kali nginep di Concorde Hotel)
Concorde Hotel KL (ruang tamu dg televisi)
Concorde Hotel KL (kamar tidur tanpa televisi)
Concorde Hotel KL (toilet with bathtub)
Concorde Hotel KL (lorong antara kamar dan ruang tamu, ditengah-tengah toilet)
Nasi Lemak at Concorde Hotel KL
Prawn Soup dan waffle favorit at Concorde Hotel KL
Concorde Hotel KL

 

Impiana Hotel Kuala Lumpur City Center (Rp 1.100.000 per malam)

Ini hotel tempat kami menginap ketika terakhir kali saya dan suami berlibur ke KL awal Desember 2017 lalu, two thumbs up deh buat lokasinya!! Bayangin aja, kalau mau ke Suria KLCC atau ke Pavillion Mall ada jembatan penghubungnya dari hotel, jadi nggak perlu nyebrang jalan raya lagi, nggak perlu kepanasan atau kehujanan pula. Lokasi hotel ini lebih dekat ke Suria KLCC, kalau mau ke Pavillion Mall hanya sedikit lebih jauh saja, tapi semua bisa diakses melalui sky bridge yang terhubung dari Impiana Hotel. Untuk desain kamarnya agak sederhana, kebetulan di kamar kami kemarin kasurnya tidak besar, lantainya juga dari kayu tanpa diberi karpet, kamar mandinya bagus juga dilengkapi dengan bathtub. Kolam renangnya tidak terlalu besar, tapi lumayan keren viewnya, karena menghadap ke Petronas Tower, dan di depan hotel kami adalah Grand Hyatt Hotel, bisa dibayangin dong lokasinya sangat strategis. Dari poin minus untuk kamarnya (menurut saya aja ini mah hehe, aslinya bagusss koq), saya berminat akan meginap disini lagi kalau ke KL, karena lokasinya dan fasilitas sky bridge nya sooo kerennnn!

Impiana Hotel KLCC
Impiana Hotel KLCC
Impiana Hotel KLCC
Toilet Imiana KLCC Hotel
Swimming Pool Impiana KLCC Hotel (depannya Grand Hyatt Hotel)
Breakfast at Impiana Hotel KLCC
Pemandangan dari restaurant Impiana Hotel KLCC
Breakfast at Impiana Hotel KLCC
Restaurant at Impiana Hotel KLCC
Breakfast at Impiana Hotel KLCC
Breakfast at Impiana Hotel KLCC
Papan informasi di sky bridge KLCC
Sky bridge nya
Impiana KLCC Hotel, bisa turun ke lobby atau melalui lift ini
Melalui lift langsung menuju ke kamar kami di lantai 6

 

Furama Hotel Bukit Bintang (Rp 700.000 per malam)

Dari namanya cukup oke “Bukit Bintang” dan harganya nggak terlalu tinggi kayak hotel-hotel berbintang lainnya, tapi kenyataannya lokasinya lumayan jauh dari Bukit Bintang. Saya sudah agak lupa interior ruangan hotelnya kayak gimana, tapi yang pasti bagus, hanya kekurangannya di lokasinya, kalau kuat jalan jauh setiap hari yaa gapapa… Bisa dicek di google aja yaa…

Furama Hotel Bukit Bintang (foto by Agoda)
Furama Hotel Bukit Bintang (foto by Agoda)

 

Berjaya Times Square Hotel (Rp 900.000 per malam)

Yang ini kebetulan dulu saya menginap gratis dari kantor. Acara jalan-jalan sama teman-teman kantor tapi dapat fasilitas kantor?? Whattts?? Kapan lagi yaa kan haha… Kamar hotelnya guedeee banget, ada ruang tamu, ruang makan, ruang nonton, kamar dan kamar mandi. Ini semacam residence yang disewakan gitu sih, makanya luas banget… Kalau nginap disini harus banget yang sepaket sama breakfast ya, karena makanannya enak-enak banget dan banyak pilihannya. Dan jangan lupa bawa baju renang, karena kolam renangnya luas bangetttt. Walaupun ramai kolam renangnya, tapi nggak sumpek, malahan jadi tambah seru, apalagi kolam renangnya di lantai atas.

Berjaya Times Square Hotel KL (foto by Agoda)
Kamar yang kami tinggali persis seperti ini… (foto by Agoda)
Berjaya Times Square Hotel KL (foto by Agoda)

 

Royce Hotel KL Sentral (Rp 400.000 per malam)

Kalau mau hotel murah meriah bisa disini nih… Ajaibnya, waktu itu kami dapat harga semalam cuma Rp 75.000 aja lohh!! Tapi jangan over expected yaa, karena bangunan hotelnya berupa ruko, kamarnya kecil tapi lumayan nyaman buat tidur (walaupun tidak terlalu kedap suara kamarnya), ada kamar mandinya juga di dalam. Kami menginap disini karena memang dadakan bookingnya, sampai di KL sudah kemalaman dan kami belum booking hotel sama sekali malam itu. Buat anak muda yang suka backpackeran, recommend banget nginep disini, karena lokasinya dekat dengan KL Sentral, jadi gampang mau kemana-mana, nggak wasting time.

Royce Hotel KL Sentral
Royce Hotel KL Sentral
Royce Hotel KL Sentral
Bukti booking Royce Hotel

Itulah daftar beberapa hotel tempat saya menginap kalau ke KL, tapi ada beberapa juga yang saya agak lupa. The reason saya suka banget ke Kuala Lumpur, karena dulu papa saya sempat kerja di KL dan kami sekeluarga beberapa kali stay di rumah kontrakan papa. Ada kebiasaan ketika menginap disana yang sampai sekarang bikin saya kangen. Waktu itu papa saya tinggal di sebuah perumahan di daerah Subang Jaya, bukan di Kuala Lumpur, yaa kira-kira setengah jam perjalanan kesana dari KL. Setiap pagi, di depan perumahan itu ada sebuah tenda dengan meja yang cukup besar, menawarkan jajanan di mejanya, mulai dari gorengan hingga minuman, saya dan adik-adik suka beli jajanan disitu, dan ternyata banyak juga penjual jajanan seperti itu di Kuala Lumpur.

Beberapa tips yang harus diperhatikan ketika memilih hotel di Kuala Lumpur:

  1. Lihat lokasinya (pilih lokasi yang menjadi pusat keramaian, dekat dengan stasiun dan tempat makan adalah yang terbaik).
  2. Baca review hotelnya secara random.
  3. Jangan langsung menolak melihat hotel yang berbintang karena takut mahal (bisa jadi lagi diskon)
  4. Saat ini di Malaysia ada peraturan dari Pemerintah yang mewajibkan para wisatawan membayar pajak wisata yang harus dibayar saat check-in. Secara nominal, turis yang menginap di akomodasi sekelas hotel melati akan dikenakan biaya tambahan sebesar RM 2,50 (Rp 7 ribu) per malam/per kamar. Sedangkan bagi turis yang menginap di hotel bintang dua atau tiga, harus membayar ekstra sebesar RM 5 (Rp 15 ribu) per malam/per kamar. Untuk akomodasi hotel bintang empat dikenakan biaya ekstra RM 10 (Rp 31 ribu) per malam/per kamar dan RM 20 (Rp 62 ribu) per malam/per kamar untuk akomodasi hotel bintang lima.
  5. Lokasi favorit kami di Kuala Lumpur adalah Bukit Bintang, KLCC, Golden Triangle. Sisanya bisa di KL Sentral.
  6. Lihat di beberapa aplikasi pencarian hotel, karena bisa berbeda harganya.
  7. Jangan heran, karena bisa jadi bookingan kita nyangkut, means tidak ter-record di hotel. Alhasil, saat check-in bermasalah dan harus menunggu proses lebih lanjut. Kami sudah beberapa kali kejadian seperti itu dan kami disuruh oleh pihak hotel untuk menunggu di kamar untuk di proses (dengan memberikan deposit tambahan). Namun, kalau udah gini gausah marah-marah, kalau mau cepet hubungi customer service penyedia aplikasi booking hotel langganan kita untuk minta dibantu.
  8. Kalau beruntung bisa di upgrade kamar hotelnya. Alhamdulillah kami sering mendapat up-grade room.
  9. Baca peraturan di kamar hotel, karena bisa jadi ada peraturan yang (takutnya) nggak sengaja kita langgar. Sebagai contoh, ada hotel yang mewajibkan kita untuk tidak merebus air dekat dengan smoke detector atau mandi dengan air panas harus ditutup pintu kamar mandinya, semua itu untuk menghindari aktifnya smoke detector ruangan. Karena kalau dilanggar akan terkena denda yang cukup mahal. Oiya, kita nggak boleh bawa durian ke dalam kamar hotel yaa kalau tidak mau didenda.

 

GAYA BERPAKAIAN SEHARI-HARI ORANG MALAYSIA

Di Malaysia ini (untuk perempuan) bis dan transportasi umum lainnya relative aman untuk kemana saja, walaupun malam hari. Saran saya sih kalau ke Malaysia pakai baju yang agak tertutup aja, karena orang aslinya juga rata-rata pakai pakaian yang cukup tertutup, walaupun tidak berjilbab tapi tidak terlalu terbuka gitu lah. Nah ini yang saya perhatikan selama belakangan ke KL, gaya berpakaian orang-orang yang kerja di perkantoran di Kuala Lumpur, tepatnya di Petronas Tower. Gaya berpakaian mereka saat ke kantor yaitu dengan baju kurung khas Malaysia (melayu) plus dengan hijabnya. Saya bisa tahu mereka adalah orang yang bekerja di Petronas Tower adalah karena saya melihat mereka pada jam makan siang di Suria KLCC (mall yang ada di Petronas Tower), mereka juga memakai name tag berlabel Petronas kok.

Selain orang kantorannya, orang-orang yang tidak bekerja juga banyak yang menggunakan pakaian khas Melayu itu, anak-anak nya biasanya menggunakan pakaian panjang saja denga kerudung, lalu banyak juga ditemui yang pakai kerudung tapi pakai kaos lengan pendek (tapi tetap dengan celana panjang yang ketat) hehe…

Kalau lagi nungguin Pak suami pesan makanan di food court mall (bergantian jagain meja), saya biasanya senyum-senyum sendiri membayangkan, ini loh saudara serumpun kita, ingin rasanya sekali saja tinggal di Malaysia dan mengenal orang-orangnya, pakaiannya, masakannya, bahasanya. Maklum, saya adalah orang yang senang berteman, padahal aslinya saya pendiam dan kurang bisa bercanda (makanya saya senang menulis hehe). Ada yang bisa menebak sifat saya? Haha.

Walaupun beberapa kali Indonesia bersitegang dengan Malaysia, tapi saya yakin tidak semua orang Malaysia setuju dengan hal-hal demikian. Pernah sekali saya solat di Masjid As-Syakirin dekat dengan KLCC, disitu saya berjamaah dengan perempuan lainnya, malah budaya salaman setelah solat juga ada disana. Sampai-sampai pas saya pamit ada seorang ibu menggenggam tangan saya dengan kuat dan sambil tersenyum mengucapkan salam. Intinya, kita tidak bisa menjudge jelek sesuatu sampai ke akarnya, padahal di dalamnya banyak kebaikan yang tersimpan. Walaupun dulu pernah sekali-sekalinya saya di teriakin Ind*n oleh orang yang tidak bertanggung jawab, padahal kami sedang berjalan santai di Pasar Seni.

Pakaian khas Melayu (lokasi di KLCC)
Pakaian khas Melayu (lokasi di KLCC)
Pakaian khas Melayu (lokasi di KLCC)

 

TRANSPORTASI DI MALAYSIA

Untuk transportasi, Malaysia memang sudah jauh lebih maju dibanding Indonesia, walaupun macetnya mirip-mirip sama Jakarta ya! Tapi mereka lebih dulu sadar dengan kemacetan tersebut, entah sejak kapan transportasi mereka demikian bagus dengan memiliki Monorail, LRT, KTM Komuter dan KLIA Express. Malahan, terakhir saya kesana (Nov 2017) saya lihat di televisi (iklan rakyat) yang ada di LRT tentang pembangunan dan pengoperasian MRT, disitu mereka bilang (melalui PM Malaysia) ini bukan proyek infrastruktur, tapi ini adalah proyek infrarakyat!! So hebat ya! Menurut kutipan berita KOMPAS, ternyata MRT Malaysia sudah resmi beroperasi sejak Juli 2017, tapi saya belum berkesempatan menaikinya.

Malaysia kini memiliki moda transportasi mass rapid transit (MRT). Infrastruktur itu diharapkan mampu memudahkan mobilitas warga Negeri Jiran sekaligus mengurai kemacetan.

Beroperasi secara penuh pada Senin (17/7/2017), MRT Malaysia melintasi 51 stasiun pemberhentian dari Sungai Buloh hingga Kajang. Sebanyak 58 kereta melayani jalur yang melintasi 31 stasiun pemberhentian itu. Proyek yang menelan biaya 21 miliar ringgit atau Rp 65 triliun itu menjadi semacam ikon baru penyemai optimisme warga Malaysia. Bahkan, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak menggambarkan MRT Malaysia sebagai proyek infrastruktur kelas wahid.

Untuk penjelasan apa sih bedanya antara Monorail, LRT dan KLIA Express, teman-teman bisa cek di blog THE TRAVELEARN ini ya, karena ulasannya sudah sangat lengkap!!

Selain itu, asyiknya di KL ini ada bis gratis yang nyaman dan adem, namanya GOKL (bisa click link GOKL yah teman untuk detailnya). Lumayan banget bisa keliling KL gratisan ya kan..

Wefie time at GOKL
Rute GOKL (sumber GOKL website)

 

TEMPAT WISATA GRATIS DI KUALA LUMPUR

Here we go! Icon-icon ibu kota Malaysia ini bisa dijadikan tempat wisata loh, antara lain:

  1. Menara kembar Petronas Tower (KLCC), kalau siang dan cerah bisa kita lihat air mancur yang bernari (bisa sambil foto-foto kece), biasanya semakin sore akan semakin banyak orang yang nongkrong dan berfoto-foto. Di malam hari, biasanya ada air mancur bernari diiringi lighting dan lagu yang oke banget, semua bisa dilihat dari dekat sambil duduk-duduk santai. Taman di KLCC ini pun bisa dijadikan arena jogging dan foto-foto, ada track dan pohon-pohonannya rindang, jadi adem.
  2. Central Market atau Pasar Seni, kalau mau cari oleh-oleh dengan harga miring bisa disini, entah ya apakah saat ini harganya masih miring atau sama saja dengan tempat lain, sepertinya sih sudah sedikit komersil. Tapi, kalau nggak mau pusing cari oleh-oleh macam cokelat, gantungan kunci dan kaos-kaos, bisa kesini ya!
  3. Petaling Street, letaknya tidak terlalu jauh dari Pasar Seni dan bisa berjalan kaki. Lorong jalanan yang di kanan kirinya penuh dengan penjual berbagai macam hal, mulai dari makanan, minuman, gadget, sampai souvenir dan tas branded ala-ala juga ada disini, disini diperlukan keahlian tawar menawar yaa..
  4. Lapangan Merdeka atau Merdeka Walk, sebuah area yang terdiri dari bangunan-bangunan klasik yang sangat instagramable karena bergaya Eropa jaman dulu. Ada Lapangan Merdeka (yang ini saya kurang tahu sejarahnya) dan ada I LOVE KL sign yang bisa dijadiin foto IG banget (siap-siap antri untuk foto ya).
  5. Masjid Jamek Sultan Abdul Samad, sebuah masjid yang masih berfungsi tapi dijadikan tempat wisata (bisa baca sejarahnya di Google ya kawan), ada yang menyewakan sarung untuk pria dan pashmina untuk wanita. Jadi, banyak bule-bule yang tiba-tiba bersarung dan berkerudung sambil berfoto di halaman masjid ini. Di seberangnya ada sungai yang dihiasi air mancur menari (sungguh kreatif ya!), sungai ini juga terlihat dari jalanan yang menuju ke arah Merdeka Walk.
  6. Jalan Bukit Bintang, yang merupakan sebuah jalan yang menjadi kawasan pusat perbelanjaan, terdapat Pavilion Mall dan beberapa toko-toko kenamaan dan cafe-cafe yang buka sampai malam hari.
  7. Jalan Alor Kuala Lumpur, Jalan Alor menjadi salah satu pusat kuliner favorit di Kuala Lumpur, Malaysia. Lokasinya di belakang Jalan Bukit Bintang (destinasi buat para penggemar wisata belanja).

 

Air mancur dan taman yang asyik buat nongkrong di KLCC Suria atau Petronas Tower
Air mancur KLCC Suria ini ciamik ya buat foto-foto (my lovely sissy on pict)
Terlihat taman KLCC ya. Foto macam ini sumpah panas banget tapi hasilnya bagus ya!
Abis Solat Jumatdi Masjid Asyakirin dekat KLCC Suria (duh Soleh banget)
KLCC Suria malam hari
KLCC Suria malam hari
Petaling Street KL (model kakak Fani lagi..)

Jalan Bukit Bintang
Pavilion Mall Bukit Bintang

 

MAKAN-MAKAN DI KUALA LUMPUR

Ini part yang palinggggg saya suka! Ketika ke Malaysia tidak perlu siapkan budget berlebih untuk kulineran ya, karena sebenarnya harganya tidak terlalu mahal. Kalau ke Malaysia, saya dan suami pasti kalap makan-makan haha! Terakhir kesana (Nov 2017) saya menyesal tidak bisa makan banyak di Malaysia, karena sejujurnya kami sudah ada di Jakarta selama seminggu dan selama itu timbangan saya sudah naik! Haha. Walaupun aslinya saya memang doyan makan! Saya bisa makan dengan porsi banyak dalam sekali makan. Tapi sejak seminggu stay di Jakarta, makanan yang saya makan kurang seimbang, kebanyakan makan daging, efek belajar bikin rendang haha! Dan itu bikin saya nggak nafsu makan, karena perut super begah dan mual rasanya kalau liat makanan, udah kayak orang hamil haha, ditambah inget timbangan yang makin bergeser ke kanan haduhh…

  1. Warteg Petaling, sebenarnya ini adalah warung makan tenda pinggir jalan yang ada di dekat Petaling Street, lebih tepatnya di depan jembatan penyebrangan Petaling Street dan pas banget disamping Dragon Inn Premium Hotel. Jadi, sebenarnya warung makan ini kurang tenar awam buat wisatawan, tapi makanannya kesukaan kami banget.. Makanan yang dijual tersajikan di etalase-etalase dan kita bisa mengambilnya sendiri secara prasmanan. Makanan yang kita ambil bisa langsung kita makan di meja-meja yang disediakan, nanti abangnya bakal ngitungin jumlah pesanan kita plus minum yang kita pesan. Saya rasa disini enak semua makanannya, minuman kesukaan saya dan suami adalah es limau dan es teh tariknya. Harganya juga paling seorang habis 11 ringgit sudah sama minum.
  2. Rasa Sayang KLCC Suria, berada di Mall KLCC Suria (Petronas Tower), food court ini sering ramai pada jam makan siang. Sebenarnya ada dua food court disini, tapi ini yang paling kami sering kunjungi, biasanya kami pesan 1 buah kelapa utuh untuk minum, dan makanan kesukaan kami ada nasi ayam Hainan, nasi goreng, dll.
  3. Food Court Pavilion Mall, nah kalau disini buanyaakk banget pilihan makanannya. Mulai dari Yong Tau Fu, Seafood Hot Plate, makanan Indonesia, makanan Thailand, makanan Jepang, makanan India, makanan negara latin, sampai ada Pepper Lunch yang harganya nggak semahal di Indonesia. Jadi, kalau kesini saya suka pesen Pepper Lunch, karena lumayan murah harganya. Yaaa, kira-kira paling mahal harga seporsi makanan disini adalah 18 ringgit lah.
  4. Nasi Kandar Pelita, ini sebuah resto yang berada di dekat KLCC, biasanya kalau menginap di Concorde Hotel, kami suka mampir makan disini. Sesuai namanya, resto ini menjual makanan khas Malaysia (melayu), resto ini buka 24 jam dan selalu ramaiiii, jadi kalau tengah malem laper tinggal jalan kaki deh kesini.
  5. I Setan KLCC Suria, kalau beli buah segar untuk cemilan di hotel biasanya kami beli disini. Malah kami selalu mencari oleh-oleh, cokelat, crackers dan lain-lain di I Setan ini, harganya tidak terlalu mahal, barangnya berkualitas (ber-merk), nggak perlu tawar menawar, yang pasti pilihannya juga banyak.

Itulah list tempat makan kesukaan kami. Sebenernya masih banyak, tapi kami memang mengutamakan kualitas dan kehalalan, yang pasti harga juga dipertimbangkan! Hehe.

Warteg Petaling
Warteg Petaling
Warteg Petaling
Warteg Petaling (sekitarnya)
Warteg Petaling, lokasinya setelah jembatan Petaling Street (foto by Booking.com)
Warteg Petaling, pas di samping Dragon Inn Hotel ini dan jembatan, tuh kelihatan tendanya (foto by Booking.com)
Yong Tau Fu dg porsi super besar (sekitar 20 ringgit)
Yong Tau Fu dg porsi super besar (sekitar 20 ringgit)
Mie Laksa di Pavilion. Porsi segentong cuma 11 ringgit sahaja
Mie apa ya, lupa namanya. Ini di Pavilion juga koq
Tom Yam dan Fried Rice ala Thai di Pavilion (@ 18 ringgit sahaja)
Hainan Rice dan Nasgor di KLCC Suria
Kelapa Muda di KLCC Suria
Penampakan food court di KLCC Suria
Nasi Kandar Pelita
Nasi Kandar Pelita’s menus
Nasi Kandar Pelita
Es limau, teh tarik dan es teh di Nasi Kandar Pelita (kebetulan waktu itu bungkus)
Restoran Nasi Kandar Pelita (tampak depan)
Ini Old Town Coffee di bandara (favorit walau agak mahal)

 

REFERENSI BELANJA DI KUALA LUMPUR

Jaman saya masih SMP, saya kagum sama orang yang suka belanja (disini maksudnya belanja untuk fashion dan kebutuhan lain) ke Singapura, ke Malaysia, ke Bangkok, dll. Sekarang saya baru sadar, ternyata barang-barang di luar negeri terutama di Malaysia ini tidak semahal yang kita kira loh. Sama aja kayak di Indonesia, tapi balik lagi itu pilihan setiap orang. Kami, biasanya memang suka meniatkan nanti kalau ke suatu negara mau beli barang yang buat diri sendiri, tapi nggak jarang juga kami nggak merencanakan membeli apa-apa, walaupun ujung-ujungnya jalan ke mall.

Padahal, di negara sendiri aja sebenernya kami jarang banget belanja loh, mana ada kesempatan belanja, kalau suami nggak seneng muter-muter mall (tapi emang si pak suami senengnya belanja di luar negeri karena mikir kualitasnya) haha. Sejak kecil, kami memang diajarkan untuk tidak terlalu konsumtif. Buat saya pribadi, saya memang merasa perlu banget yang namanya memiliki suatu barang (namanya juga perempuan), entah itu pakaian, tas, sepatu, atau kosmetik. Tapi, buat saya, satu atau dua barang cukup, nggak perlu beli terlalu sering (apalagi sampai menumpuk tidak terpakai) dan yang pasti memang saya membeli barangnya dengan kualitas yang menengah (nggak suka juga yang mahal-mahal haha), tujuannya biar si barang awet dipakai berlama-lama. Nah hebatnya, kalau di Malaysia ini saya bisa menemukan barang dengan kualitas bagus tapi diskonan!! Ini harus pinter-pinter nyarinya… Beberapa tempat belanja yang jadi favorit (lagi-lagi) adalah Pavilion Mall dan KLCC Suria.

  1. SPAO Pavilion, toko pakaian wanita dan pria asal Korea Selatan ini menjual barang-barang dengan style yang formal sampai casual. Harganya juga bervariasi, mulai dari 30 ringgit sampai ada yang lebih dari 150 ringgit per pakaian. Kemeja pria tangan panjang bisa di dapatkan dengan harga 80 ringgit (kalau di rupiahin senilai dengan Rp 250ribu), tapi kualitasnya sudah dapet yang bagusss banget. Daily backpack SPAO bisa di dapatkan seharga itu juga. Banyak deh barang-barang yang harganya sepadan dengan kualitasnya, yang pasti tidak over price!
  2. PARKSON, ini semacam Department Store, ada di Pavilion dan KLCC Suria. Saya pernah membelikan kado buat keponakan saya yang baru lahir, yaitu sebuah baby stroller di Parkson Pavilion, seharga 400 ringgit (sekitar 1.5 juta rupiah), tapi kualitasnya bagus banget, enteng dan gampang dilipat, malah ada yang buat baby traveler segala yang bisa dilipat lebih kecil dari stroller pada umumnya (kalau saya hamil juga kepingin beli merk itu sumpah), sebenernya baby stroller itu merk lokal tapi jadi primadona orang-orang Malaysia (hebat banget ya saya bisa tau). Padahal di Parkson itu ada merk-merk kenamaan dunia lainnya, seperti yang dari Jepang, Paris, dll, yang harganya kalau di rupiahin bisa 10 juta sendiri, alamakkkk!!! Itu semua berkat kegigihan saya untuk mencari barang kualitas bagus dengan harga bagus juga!! Yang pasti, itu hasil saya mencari sendiri (kebetulan pak suami lagi Solat Jumat), karena tau sendiri kalau para pria nggak suka belok tiap gang di mall. Hahaha!

Namanya emak-emak yaa, barang bagus dan harga murah tuh kudu wajib banget dikejar. Kemarin terakhir ke KL, saya juga sempat membeli tas (memang tas saya tinggal satu dan itu cuma tas sling bag kecil), makanya saya niat banget mau cari tas tangan (shoulder bag) buat sehari-hari. Udah muter-muter masuk keluar toko tapi nggak nemu yang sreg (belum masuk ke Parkson). Sampai di hari terakhir di Kuala Lumpur (setelah check out hotel), pak suami Solat Jumat, dan saya (sendirian) dengan gembolan super duper berat masih bersikukuh buat muterin KLCC Suria sekali lagi buat nyari tas! Akhirnya saya masuk ke Parkson dan menemukan kumpulan tas yang dipajang secara manis (nggak ditumpuk-tumpuk ya). Setelah setengah jam milih-milih dan bercakap-cakap dengan kakak-kakak yang menjaga, pilihan saya jatuh ke tas Hush Puppies!! Speechless saya, biasanya kalau di Indonesia, tas yang diskonan ditumpuk di dalam satu keranjang, tapi ini dipajang dengan cantik di barisan paling depan. Yang diskon pun masih banyak pilihan modelnya, yang normal price lebih banyak lagi pilihan modelnya! Diskonnya sampai dengan 50%, jadi sekitar 500 ribu rupiah. The power of emak-emak! Haha.

Selain toko-toko yang saya sebutkan di atas, ada juga toko-toko lain (di luar Parkson) yang mesti banget disinggahi, karena harganya cukup masuk akal dan pilihan modelnya bagus dengan kualitas yang oke. Trust me! Nggak usah takut-takut masuk ke toko-toko, pegang-pegang barang, walaupun kakak-kakaknya memang lebih bawel nawarin barangnya haha.

Saya berprinsip, kita bisa menabung kalau kita bisa belanja! Belanja juga butuh teknik tersendiri, tujuannya biar nggak kalap kalau membeli barang, nggak beli barang asal murah (tanpa tahu kualitasnya), ujung-ujungnya malah beli banyak dan sama aja keluar uangnya. Dengan demikian, saya jadi jauhhh lebih selektif dalam berbelanja dan jadi lebih menjaga barang yang sudah saya beli. Ujung-ujungnya menghargai uang, kan! Setuju nggak! Tapi nggak mesti di luar negeri kok, di Indonesia juga banyak. Kalau di Surabaya, mall favorit saya ya Tunjungan dan Pakuwon.

Di bawah Petronas Tower ini adalah KLCC Suria, sebuah mall kenamaan di Malaysia
Pavilion dengan suasana Natal 2017
Pavilion waktu ada Sea Games Agustus 2017 di Malaysia
The baby stroller

 

ITINERARY

Last but not least, saya bakal share sedikit itinerary ke temen-temen. Saking seringnya ke Kuala Lumpur, kami sudah biasa banget jalanin itinerary ini, yah karena kami tidak ingin meng-eksplore negara ini lagi (tapi kalau ada temen seruan sih ayooo aja, berhubung saya dan suami udah muterin Malaysia jadi males deh haha), jadi mohon maaf yaa itinerary nya cuma di Kuala Lumpur aja, ini bisa dibilang cuma ringkasan perjalanan aja kali yaaa.

Biasanya, kami landing di KLIA Airport, untuk menuju ke KL Sentral, kami naik Bis Airport Coach seharga 10 Ringgit per orang. Lokasi terminal bisnya ada di lantai paling bawah KLIA Airport. Saat landing, jalan menuju ke kereta bandara menuju ke terminal utama, lalu berjalan menuju imigrasi, lalu pengambilan bagasi, setelah itu berjalan mengikuti petunjuk arah ke lantai paling bawah menggunakan escalator. Tiket bis bisa dibeli secara langsung di terminal tersebut, ada banyak bis yang berbeda-beda rutenya, untuk ke KL Sentral bisa memilih bis Airport Coach.

Perjalanan ditempuh dalam 1 jam, tapi itu tidak akan kerasa karena kursinya sangat empuk dan lebar, AC nya dingin, shock breaker bisnya pun enak jadi bisa tidur pules, selain itu ada wifi yang disediakan juga di dalam bis, nyaman deh. Sebenarnya ada alternative lain menuju ke kota, yaitu dengan naik Airport Express, kami sendiri belum pernah, untuk harganya sekitar 55 ringgit per orang, perjalanan ditempuh sekitar 20 menit saja. Karena kami tidak terburu-buru jadi kami selalu memilih naik bis saja, karena sudah sangat nyaman bisnya dan murah pula.

Sesampainya di KL Sentral, bis akan berhenti di basement, disana banyak juga bis-bis berbagai macam jurusan, salah satunya ke Genting High Land yang bisa naik dari sini. Tapi ingat, masing-masing bis ada jadwal keberangkatannya, jadi harus diperhatikan. Dari basement, harus naik ke lantai atas menggunakan eskalator (agak jalan ke depan untuk menemukan eskalatornya), kami menuju ke stasiun LRT di dalam KL Sentral kalau penginapannya di KLCC. KL Sentral ini semacam pusatnya dari transportasi Malaysia yang terutama menghubungkan ke airport dan beberapa destinasi lainnya. Selain itu, di atasnya juga merupakan pusat perbelanjaan yang bernama NU Sentral. Nah, kalau penginapannya ada di daerah Bukit Bintang, teman-teman harus naik Monorail yang ada di NU Sentral. Jadi, jangan membayangkan kalau KL Sentral ini semacam terminal bis yang kumuh ya hehe.

Kaunter Ticket Bis di KLIA
Pintu menuju bis di KLIA
Ticket Airport Coach seharga 10 ringgit
Suasana KL Sentral, Malaysia

Kami mengakhiri perjalanan kami dengan menaiki LRT menuju hotel kami yang biasanya berlokasi di Bukit Bintang atau di KLCC. Perjalanan pulang pun demikian rutenya. Mudah dan tidak perlu takut nyasar. Harga transportasinya pun sangat terjangkau, yang pasti on time, jadi nggak perlu takut terluntang-lantung disana.

 

BIAYA 3D2N KUALA LUMPUR

Biasanya kami menghabiskan budget berdua sbb,

Uang Jajan      : Rp 1.300.000 = 400 ringgit (2 orang)

Hotel               : Rp 2.000.000 (2 malam)  ini bisa banget di tekan kok!

Tiket                : Untuk perkiraan harga tiket CGK-KUL-CGK yang paling murah (tidak lagi peak season ya) sekitar Rp 1.000.000 s.d Rp 1.200.000 per orang.

Sebenarnya, buat kami justru liburan ke Kuala Lumpur bisa menghemat budget, karena biaya transport disana tidak terlalu mahal dengan adanya public transport yang sudah saya terintegerasi. Malah biasanya kami dengan membawa 400 ringgit itu bisa sisa sampai dengan 150 ringgit kalau sedang tidak ingin belanja-belanja. Dengan syarat yaa itu kami kerjaannya cuma makan dan santai-santai di hotel dan mall saja. Tapi kami suka kok! It feels like another home for us! Buat melepas lelah dan jenuh, tapi sedihnya kami dikira selalu jalan-jalan ke luar negeri muluuu, hiks… Padahal hidup di rantau itu tidak selalu mulus juga. Kalau mudik ke Jakarta pun akan keluar biaya yang sama teman-teman… Sekian curcolnya haha. Semoga bermanfaat yaaa.

Oiya satu lagi, kalau ke Malaysia bisa beli simcard di KLIA Airport. Gerainya bisa ditemui setelah imigrasi (berjajar banyak kok), saat menuju ke terminal bis. Harganya sekitar 30 ringgit aja udah dapet 4GB loh!

Tempat beli Simcard di KLIA Airport

Oiya, saya juga berharap dengan tulisan ini bisa membuka mata teman-teman yang lain bahwa Kuala Lumpur juga worth it buat jalan-jalan, banyak hotel murah, makanan juga murah-murah, transportasi juga aman dan nyaman. Karena saya pernah denger curhatan dari temen saya di Lombok, dia liburan ke Malang membawa uang jajan 5 juta rupiah dan habis bok! Btw, saya jarang membeli oleh-oleh, jadi saya nggak pernah sekalipun punya budget khusus untuk itu, beli buat diri sendiri aja belum tentu, apalagi buat orang lain hehe.

Hmm… Kalau ada pertanyaan atau tambahan info, bisa ditulis di kolom ya..

Sekali lagi, ini hanya sharing aja. Teman-teman bisa menekan budget atau mencari rute-rute liburan kalian di Kuala Lumpur atau malah di Malaysia sesuai hati, kalau ada yang ditanya atau mau tambahin info (tempat wisata, kuliner, tempat belanja, tempat menginap, dll) boleh bangett siapa tahu bisa jadi referensi saya dan suami kalau mau ke Kuala Lumpur lagi. Kalian bisa komen di kolom di bawah ya! Ditunggu ya!! Terimakasih…

20 thoughts on “Serba-Serbi Wisata di Kuala Lumpur, Malaysia”

  1. Kak, infonya keren banget.. hehe..
    Insya Allah bulan Maret saya juga di KL, entar boleh nanya-nanya lebih jelasnya ya..?

    Btw kalo ke Genting highland, Kakak dulu naik apa?

    1. Halo Mba Nabila..
      Wahh bentar lg dong mau ke KL!
      Ke genting bisa naik bus “Go Genting” dari KL Sentral Mbak.
      Baiknya beli tiket return (pulang-pergi) langsung ya, biar ga kehabisan, soalnya dulu aku pernah nggak beli tiket pulang pergi, eh kehabisan yang sorenya, jadi yang kosong cm ada yg malem, mau ga mau nunggu deh, mana udah capek hikss..

      Pesanku lg, pas di KL Sentralnya (di basement KL Sentral) langsung cari konter tiket bis gtu (disitu berjajar byk) yang tulisannya Resort World Genting.
      Jangan sampai kebingungan, krn nanti bakalan ditawarin buat naik taksi sama calo2 (agak2 maksa lagi)

      Nanti boleh di whatsap aja kalau mau jelasnya ya Mbak hhi

    1. Makasi Mba Winda, semoga bermanfaat ya Mba 🙂
      Boleh di cek-cek di agoda atau trip advisor krn sebenernya byk bgt hotel dan hostel murah di Kuala Lumpur, jd bisa menekan budget deh.

  2. wah, helpful banget nih Mbak.
    kebetulan mau ke sana nanti Maret.
    Kalo sekiranya tau, untuk hotel, Wolo dibandingkan sama Sungei Wang itu better mana ya Mbak? (karena dua-duanya banyak banget yang rekomen hehe)
    terima kasih infonya 🙂

    1. Halo Mbak Dessy..
      Wahh serunyaa mau ke KL!
      Aku baru denger Hotel Sungei Wang, tapi barusan aku googling, ternyata interior hotelnya bagus (boleh jg buat referensi, thank you mbak!).
      Lokasinya jg di Bukit Bintang, cm agak jauh ke Pavilion. Jadi harus menyebrang jalan melewati Stasion Monorail Bukit Bintang.
      Ga masalah krn lokasinya oke! Kalau Wolo bener2 di satu trotoar dg Pavilion, ga perlu nyebrang lagi.

  3. Ikaaaaaa ya ampyuun komplettt bgt postingan kamuuuu

    Aku baru 2 kali k.KL dan blm.nemu apa.sih menariknya kota ini

    Dan jadi kliatan menarik buangettt setelah kamu posting ini!

    1. Haha overall mirip Jakarta sih mbak.. cuma makanannya enak-enakkk mba dan barang2 brandednya juga lebih murah dan banyak pilihan hhi
      Yukk Blogger Goes to KL hhiii

  4. salam dari kuala lumpur. berkaitan perkataan jelek Ind*n. sejujurnya rakyat malaysia nga mengetahui itu adalah perkataan hinaan. sebaliknya mereka menggunakan perkataaan itu sebagai singkatan. contohnya Bangladesh menjadi orang Bangla, Indonesia menjadi orang n Ind*n. Hanya orang malaysia yang bisa ke Jakarta mengetahui perkataan Ind*n itu adalah jelek.

  5. Menarik dan membantu sekali bagi traveler pemula tua seperti saya mbak, hehee…..
    Rencana sebelum puasa besok, ibu mau ke KL. Bisa bantu itenerarynya..biar efektif waktu dan efisien biaya? Plis..

    1. Halo Bu..
      Untuk ke KL biasanya saya cuma di kota saja. Seperti yg sy udh sebutkan di blog daftarnya.
      Tapi kalau mau ke tempat wisata, bisa ke Genting Highland yg dekat dan mudah transportasinya..
      Atau kalau mau yg jauh, ke Melaka saja, tapi ini sy krg tahu Bu utk transportasinya..
      Itinerary bisa sbb:
      Day 1:
      -Sampai di Malaysia
      -Suria KLCC/ Menara Kembar Petronas (siang hari untuk foto-foto lebih bagus), Menara Kembar Petronas kalau gak salah pengunjung bisa naik ke atas tp berbayar.
      -Ke Pavilion Mall (makan di foodcourtnya atau belanja)
      -Makan Durian di Jalan Alor (dekat dengan Pavilion Mall) ramai malam hari

      Day 2:
      -Lapangan Merdeka/ Merdeka Walk (foto-foto)
      -Masjid Jamek Sultan Abdul Samad (foto-foto)
      -Pasar Seni, Petaling Street (belanja oleh2 dan souvenir murah)
      -Jalan Bukit Bintang

      Day 3:
      -Genting Highland dari jam 10-jam 4 sore (beli tiket bis di KL Central, bisa cek blog ya Bu untuk detail) saranku beli tiket bis pulang pergi.
      -Malam hari ke Menara Kembar Petronas melihat air mancur bernari dilengkapi dg lampu2 cantik

      Itu gambaran itinerarynya ya Bu, yg standar dan tdk terlalu jauh dri pusat kota wisatanya. Transport masih bisa dijangkau dengan bis atau MRT.
      Semoga bermanfaat. Terimakasih atas kunjungannya..
      Selamat berlibur di Kuala Lumpur yaa Bu 🙂

  6. Makk.. pas banget inii Agustus nanti aku mau ke KL. Mau nomor whatsapp dongg.. mau nanya2 lebih detail nya. Aku rencana mau bawa bayi juga, repot ngga ya? hahaha.. Salam kenal mak, saya Afifah dr Bandung

  7. Wah infonya lengkap.. aku udah beberapa kali ke KL tapi belum banyak eksplor, karena cuma sebentar2 tiap kesana huhu.
    Pullman emang okee, tinggal nyebrang pula ke Pavillion.

    Thankyou for sharing!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.