Aircraft, Avgeek, Aviation, Bandar Udara, Traveling

Review Terminal 3 Ultimate Bandara Internasional Soekarno-Hatta

Review Terminal 3 Ultimate Bandara Internasional Soekarno-Hatta

Terminal 3 Ultimate Bandara Internasional Soekarno-Hatta
T3 ULTIMATE BANDARA SOEKARNO-HATTA

Tulisan saya ini akan membahas Review Terminal 3 Ultimate Bandara Internasional Soekarno-Hatta, sebelumnya kita bahas awal mula perjalanan kebandarudaraan di Indonesia yuk..

Bandara merupakan gerbang suatu wilayah, apalagi bandara yang bertaraf internasional yang pastinya menjadi pusat masuk dan keluarnya orang-orang dari dan ke berbagai negara di seluruh dunia. Perpindahan manusia atau yang disebut migrasi sudah terjadi sejak lama, sejak jaman nabi malah. Dan itu semua sudah tertulis loh di dalam Al-Quran, manusia memang diciptakan untuk menjelajah bumi ini.

“Dia-lah yang Menjadikan bumi untuk kalian yang mudah dijelajahi, maka jelajahilah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.” (QS.al-Mulk:15)

Dari ayat tersebut saya membayangkan berbagai macam revolusi manusia, hingga akhirnya sampai di masa kita saat ini. Yang terdekat saja deh, pernah nggak terbayang oleh teman-teman waktu jaman kerajaan berkuasa dan saling berebut wilayah kekuasaannya di Indonesia, mereka saling berkirim surat, perang dan lain sebagainya secara manual alias tanpa adanya teknologi.

Suatu ketika, saya dan suami melakukan perjalanan dengan mobil pribadi dari Surabaya ke Malang, diperjalanan kami melewati daerah yang dahulu adalah pusat kekuasaan Kerajaan Singasari (Singosari), yaitu di Singosari, Malang, Jawa Timur. Kerajaan Singasari ini didirikan oleh Ken Arok (tahun 1222).

Singosari, Kediri dan Majapahit

Dalam sejarah kerajaan Indonesia tercatat, bahwa Kerajaan Singasari, Kerajaan Kediri dan Kerajaan Majapahit memiliki kisah yang erat karena perebutan kekuasaan wilayah. Kerajaan Kediri adalah kelanjutan dari kerajaan Medang Kamulan. Kemudian kerajaan Singasari dibentuk oleh Ken Arok setelah mengalahkan kerajaan Kediri, namun kerajaan Kediri berhasil mengalahkan keajaan Singasari setelah Ken Arok wafat. Nah, Kerajaan Majapahit berdiri setelah berhasil mengalahkan Kerajaan Kediri.

Sudah beberapa kali saya dan suami melewati Singosari dan juga Kediri, saat itu kami selalu membayangkan bagaimana caranya Ken Arok dan pasukannya menyerang wilayah Kerajaan Kediri dan merebutnya. Bagaimana Kerajaan Majapahit mengekspansi kedaulatan wilayahnya hingga berjaya selama sekitar 193 tahun di Jawa, Sumatera, Semenanjung Malaya, Kalimantan, hingga Indonesia Timur. Yang pasti Ken Arok  dan para raja tersebut berkuda saat merebut wilayah kekuasaan yang mereka inginkan, kan!

Jaman Dulu Seperti Apa yaa? Hmm..

Perjalanan dari Singosari ke Kediri (dan sebaliknya) nggak sebentar, padahal naik mobil pribadi loh. Selama di jalan, kami sambil membayangkan juga bagaimana Ken Arok dan Ken Dedes sebagai suami istri menjalankan hari-harinya. Bagaimana mereka saling berkabar kalau Ken Arok harus tugas di Kediri meninggalkan Ken Dedes dan anak-anaknya di rumah? Kirim surat nggak ada paket kilat apalagi telpon buat bertanya kabar kalau sudah sampai di rumah. Yang ada harus menunggu berhari-hari bahkan berbulan-bulan hingga tugas selesai dan sampai kembali di rumah. Padahal di jaman itu pasti cuma mengandalkan arah matahari, duh bener-bener kebayang adegan film kerajaan yang sering ditayangkan di televisi waktu saya SD duluu..

Bersyukur sekali Indonesia pernah berada di tangan para raja-raja tersebut yang pada akhirnya tujuan mereka adalah menyatukan Nusantara dengan damai. Bisa dibayangkan kan, betapa besarnya negara kita ini. Belum lagi posisi Indonesia yang strategis sejak dahulu, hingga pernah menjadi incaran para penjajah, tidak heran kalau Indonesia memiliki sejarah yang kaya ya! Saat ini kita telah sampai di masa segala bentuk perpindahan manusia tidak sepayah dahulu saat Ken Arok dalam berbisnis memperluas wilayah kekuasaan. Lagi-lagi, bersyukurlah Indonesia dahulu adalah kerajaan yang besar dan kuat. Kuat tekadnya dalam menyatukan Nusantara.

Bangga Indonesia

Saya yakin kalau peran Indonesia (di mata dunia) sejak jaman kerajaan hingga saat ini tidaklah berubah, Indonesia adalah magnet bagi negara asing lain. Terbukti dengan adanya pelabuhan-pelabuhan Indonesia yang sudah ada sejak dahulu yang menjadi kunci keluar/masuknya berbagai macam kepentingan manusia. Namun, pergeseran kebutuhan manusia sudah sangat berubah, perpindahan antar negara bukan lagi hanya untuk kalangan pedagang seperti yang sejak dahulu tercatat dalam sejarah. Para pelancong asing yang tertarik dengan Indonesia sudah menjamur, tidak ada lagi musim liburan, karena setiap saat bisa dilakukan. Warga Indonesia yang berlibur ke luar Indonesia pun semakin banyak. Pergi liburan ke negara tetangga saja pada sepuluh tahun lalu masih terlihat sangat mewah, yaa kan! Tapi, saat ini kegiatan wisata antar negara bukan lagi untuk para pelancong yang berkantong tebal. Laki-laki atau perempuan bisa banget berwisata ala backpacker yang hemat tanpa tour guide sekalipun!

Terminal 3 Ultimate Bandara Internasional Soekarno-Hatta
Beberapa pesawat antri untuk take-off di Bandara Soekarno-Hatta

Kalau teman-teman lihat di aplikasi flight radar saja terlihat ratusan pesawat menyemut di wilayah negara kita. Bisa dibayangkan, berapa juta manusia yang berpindah dari dan ke Indonesia setiap harinya, apalagi di seluruh dunia. Ngomongin perpindahan negara, sebenernya banyak moda transportasi yang digunakan untuk perpindahan antar negara, cuma yang secara massal dan terjadwal rutin di Indonesia adalah dengan pesawat terbang. Beda halnya di Eropa yang bisa pakai kereta api atau bis.

Setelah ngomong ngalor-ngidul, sekarang kita masuk lagi yuk ke jaman now! Seperti yang telah kita ketahui, Indonesia saat ini sedang berbenah diri, pembangunan infrastruktur sangat digiatkan di masa pemerintahan saat ini, jalan tol, tol laut, terminal dan bandara yang ada di seluruh Indonesia dibangun dan diperbaiki. Tujuannya yaitu untuk kemajuan Bangsa kita tercinta, bangga banget! Salah satunya nih yang mau saya bahas adalah Bandara Internasional Soekarno-Hatta, yang mengoperasikan terminal baru, kereta bandara dan skytrain, komplit!

Bandara Internasional Soekarno-Hatta

Pertama kali saya mendarat di terminal terbarunya (Terminal 3 Ultimate), terminalnya belum semua jadi, masih ada sudut-sudut yang sedang diperbaiki, toko-toko nya juga masih sangat sedikit. Hingga beberapa kali saya datang dan pergi melalui terminal ini, perubahan mulai terlihat. Sekarang terminalnya semakin ramai, bagus dan nyaman. Bukan cuma terminalnya aja yang bagus, tapi keseluruhan airportnya bener-bener berubah banget dalam 3 tahun terakhir. Sekarang jadi sangat megah, tertib, rapih dan moderen.

Terminal 3 Ultimate Bandara Internasional Soekarno-Hatta
Soekarno-Hatta

Sekitar tiga tahun lalu, saya masih kerja di lingkungan bandara ini, dan saat itu sedang dilakukan pembangunan berbagai fasilitas dan infrastruktur baru, saat itu bandara bener-bener semrawut dan muacetttt poll kalau jam pulang kerja. Harusnya pulang kerja hanya memakan waktu setengah jam untuk sampai rumah di Tangerang, tapi karena pembangunan bandara, bisa 2 jam perjalanan untuk sampai rumah.

Terminal 3 Ultimate (2018)

Sekarang, saya masih merasa takjub kalau Indonesia punya bandara yang ngalah-ngalahin Kuala Lumpur International Airport (ini menurut saya loh ya). Terminalnya megah, bandaranya dilengkapi dengan skytrain dan kereta api bandara. Patung Soekarno-Hatta yang sudah berpindah posisi menghadap Kota Jakarta menambah gagah Bangsa Indonesia. Kok Bangsa Indonesia?? Saya pernah belajar waktu masih kuliah dulu, kalau bandara internasional merupakan pintu gerbang suatu negara, yang merepresentasikan negara di mata dunia. Setuju??

Dari semua bangunan terminal yang ada di Bandara Soekarno-Hatta, bagi saya semuanya bagus, karena Bandara Soekarno-Hatta ini punya sejarah yang panjang yang mewarnai Bangsa Indonesia sejak tahun 1970 s.d 1980-an. Papa saya bekerja di sebuah maskapai penerbangan, jadi dari kecil saya memiliki sedikit ketertarikan tentang dunia penerbangan. Yang saya dengar waktu saya masih SD, kalau T1 dan T2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta di desain oleh arsitek yang sama yang merancang Bandara di Paris (Paris Charles de Gaulle Airport). Buat anak SD, dengar nama Paris langsung takjub lah.. Jadilah, saya dan adik-adik saya seneng banget kalau setiap tahun harus mudik ke kampung halaman melalui salah satu terminal di Bandara Soekarno-Hatta ini. Sejak saat itu saya selalu bangga dengan bandara yang Negara kita punya.

Lobby Keberangkatan T3 Ultimate (Lantai 2)

Dimulai dari lobby keberangkatan T3 Ultimate yang (menurut saya) tempat drop off nya mirip T1 & T2 nya Soekarno-Hatta Airport, yaitu lobby keberangkatan ada di lantai 2, sedangkan arrival area ada di lantai 1 (tidak seperti T3 Soekarno-Hatta yang lama), tapi ini versi lebih luas dan modern. Langit-langitnya sangat tinggi dan luas sekali jadi tidak sesak sekalipun dalam kondisi ramai. Btw, T3 Ultimate dibangun dengan desain modern kontemporer dengan ramah lingkungan. Bangunannya tinggi dan kalau siang hari cahaya matahari sangat bebas masuk jadi sangat ramah lingkungan yaa..

Menurut saya, T3 Ultimate ini masih lebih megah bangunannya (lobby-nya) dibanding bangunan terminal Sydney Kingsford Smith Airport. Hal tersebut jelas karena Bandara Sydney adalah bangunan lama, tapi bukan berarti tidak bagus ya.. Justru Bandara Sydney ini menjadi tujuan dan pemberangkatan pesawat dari banyak negara di dunia (lebih banyak dari Soekarno-Hatta Airport). Kita berharap semoga Indonesia bisa menyamai Negara Kangguru tersebut yaa.. Aamiin..

Terminal 3 Ultimate Bandara Internasional Soekarno-Hatta
Area Keberangkatan T3 Ultimate (Lantai 2)
Terminal 3 Ultimate Bandara Internasional Soekarno-Hatta
Turun di lobby keberangkatan T3 Ultimate
Terminal 3 Ultimate Bandara Internasional Soekarno-Hatta
Turun di lobby keberangkatan T3 Ultimate
Terminal 3 Ultimate Bandara Internasional Soekarno-Hatta
Menuju ke pintu masuk
Terminal 3 Ultimate Bandara Internasional Soekarno-Hatta
Ada papan informasi jadwal shuttle bus
Terminal 3 Ultimate Bandara Internasional Soekarno-Hatta
Lobby keberangkatan T3 Ultimate
Terminal 3 Ultimate Bandara Internasional Soekarno-Hatta
Lobby keberangkatan T3 Ultimate
Terminal 3 Ultimate Bandara Internasional Soekarno-Hatta
Papan informasi di dekat pintu masuk

Skytrain

Seperti yang sudah saya jelasin di atas, kalau di bawah area keberangkatan T3 Ultimate ini merupakan area kedatangannya, bisa terlihat di foto-foto di bawah ini. Selain itu, terlihat juga ada skytrain loh.. Saya sendiri belum pernah naik Skytrain nya Bandara Soekarno-Hatta, hanya melihatnya saja beberapa kali, hehe.

Skytrain Bandara Soekarno-Hatta baru mengoperasikan satu armada saja dengan dua gerbong, yang memiliki shelter di Terminal 2 dan Terminal 3. Jika naik dari Terminal 3 Ultimate, pengunjung dapat menuju ke lantai 1 tempat shelter Skytrain berada. Lantai 1 terletak di antara Ground Floor dan Lantai 2.

Masuk ke dalam shelter, pengunjung dapat menunggu di area tunggunya. Area tunggu ini sangat nyaman dengan kursi-kursi serta fasilitas charging port yang tersedia di beberapa kursi. Terdapat pula minimarket jika pengunjung membutuhkan sesuatu.

Ini saya kutip dari akun Detik Travel yang sudah mereview Skytrain Bandara Soekarno-Hatta. Jadi pengen nyobain naik skytrain nya deh!

 

Terminal 3 Ultimate Bandara Internasional Soekarno-Hatta
Di lantai bawah T3 Ultimate adalah lobby kedatangan dan terdapat Skytrain
Terminal 3 Ultimate Bandara Internasional Soekarno-Hatta
Skytrain di T3 Ultimate
Terminal 3 Ultimate Bandara Internasional Soekarno-Hatta
Tempat tunggu Skytrain di T3 Ultimate (Shinta Angriyana/detikTravel)
Terminal 3 Ultimate Bandara Internasional Soekarno-Hatta
Masuk ke Skytrain (Shinta Angriyana/detikTravel)

Itu sedikit gambaran Skytrainnya, sementara saya belum bisa mereview lebih banyak karena belum pernah naik Skytrain tersebut. Oyaaa, kalau mau membaca review yang super lengkap, bisa baca link blog milik Deddy Huang ini ya! Yuk lanjut lagi menjelajah T3 Ultimate ini..

Check-in Area T3 Ultimate

Masih di Area Keberangkatan T3 Ultimate, tepatnya di lantai 2. Setelah turun di lobby drop off seperti foto di atas tadi, kita bisa masuk melalu gerbang yang terdekat dan yang bisa masuk juga bukan cuma yang mau berangkat saja, pengunjung dan pengantar juga bisa masuk. Tapi, kita akan melewati security check terlebih dahulu.

Kita akan disambut pemandangan area check-in yang berjejer sangat rapih. Kesan yang terlihat adalah megah dan nyaman, yang pasti sejuk karena AC sangat dingin. Langit-langit bangunan yang tinggi membuat bangunan ini terasa sangat luas. Duh nggak ada lagi deh yang namanya gerah-gerahan nunggu penerbangan.

Dari semua bandara yang saya kunjungi, mulai dari Bandara di Singapura, Hongkong, Malaysia, Bangkok, sampai di Sydney dan Melbourne pun semua desain check-in areanya mirip dan memang desain seperti ini adalah yang paling efektif untuk menampung penumpang yang akan berangkat. Jadi, check in areanya ini tersusun seperti gang-gang besar yang masing-masing gang terdiri dari jejeran meja check-in yang lumayan banyak jumlahnya. Biasanya, akan ditentukan (oleh pengelola bandara) tiap-tiap gang untuk airline apa, jadi penumpang tinggal menuju area yang sudah ditentukan sesuai maskapainya. Eh, saya nyebutnya gang ya biar gampang terbayang, sebetulnya ini semacam area (kumpulan check-in conter) yang ditandai dengan alfabet, misalnya untuk di T3 Ultimate ini ada check-in counter D, E dan F.

Terminal 3 Ultimate Bandara Internasional Soekarno-Hatta
Denah Keberangkatan T3 Ultimate (Check in area D, E dan F)
Terminal 3 Ultimate Bandara Internasional Soekarno-Hatta
Check-in counter T3 Ultimate

Masih di area check-in yaa.. Setelah check-in jangan buru-buru masuk ke gate (kalau waktu boarding masih lama), karena di area ini kita bisa menghabiskan waktu untuk makan-makan atau sekedar foto-foto bersama keluarga atau teman yang mengantar. Di area ini banyak restoran ternama dan yang pasti enak-enak, tapi memang harganya juga sama kayak di mall ya. Kalau nggak mau makan-makan, bisa juga duduk-duduk dibangku yang disediakan, selain itu pepohonan menambah kita betah untuk berlama-lama disini. Bagaimana nggak betah, langit-langitnya tinggi, kursi nyaman, ruangnya sangat luas, lantainya full carpet, ac-nya dingin, dan ada banyak hiasan taman yang menambah cantik pemandangan.

Terminal 3 Ultimate Bandara Internasional Soekarno-Hatta
Ini dia tempat berkumpulnya para pengantar
Terminal 3 Ultimate Bandara Internasional Soekarno-Hatta
Di seberangnya ada resto-resto
Tenant-tenant makanan yang ada di T3

Menuju ke Ruang Tunggu Keberangkatan (Gate)

Kita akan  melalui security check lagi ketika akan masuk ke area keberangkatan (gate), di sini yang bisa masuk hanya yang memiliki boarding pass saja ya. Kalau international flight, tentu harus melalui imigrasi check juga.. Setelah melewati semua pengecekan tersebut, kita masih disuguhi oleh tenant-tenant makanan, pakaian, oleh-oleh dan book store, sebagian besar brand kenamaan. Jadi, nggak usah khawatir kelaperan ya kalau terbang melalui Terminal 3 Ultimate ini.

Selanjutnya, kita menuju ke gate, yaitu turun satu lantai. Dari eskalator akan semakin terlihat kemegahan Terminal 3 Ultimate dari ujung ke ujung, dijamin betah deh berlama-lama disini. Dinding dari Terminal 3 Ultimate ini terbuat dari kaca jadi kita bisa melihat dengan jelas pergerakan pesawat-pesawat yang ada di Bandara Soekarno-Hatta. Ruang-ruang tunggu terletak langsung bersebelahan dengan dinding kaca tersebut. Dengan adanya dinding kaca transparan, selain hemat listrik pada siang hari karena menjadi lebih cerah, penumpang juga bisa melihat pergerakan pesawat-pesawat yang ada di Bandara Soekarno-Hatta, seru deh! Ditambah lagi, kursi-kursinya sangat empuk-nyaman dan AC-nya sangat dingin, betah deh!

Oya, Bandara Soekarno-Hatta sudah miripp banget banget sama beberapa bandara di luar negeri dari sisi desain gate nya. Setiap gate berjejer (dengan jarak yang lumayan jauh) tanpa di sekat oleh ruang-ruang, berbeda halnya dengan Terminal 1 dan Terminal 2 nya yang masing-masing gate berada di ruangan sendiri. Hal ini memberikan kesan leluasa dan tidak crowded walaupun ramai. Bayangin aja, saya pernah dapat di gate yang di ujung, jalannya lumayan jauh, untung ada travelator hehe.

Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta
Gate Area di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta
Terminal 3 Ultimate Bandara Internasional Soekarno-Hatta
Menuju gate (setelah security check)
Terminal 3 Ultimate Bandara Internasional Soekarno-Hatta
Turun menuju ke gate
Terminal 3 Ultimate Bandara Internasional Soekarno-Hatta
Turun menuju gate
Terminal 3 Ultimate Bandara Internasional Soekarno-Hatta
Turun menuju gate
Terminal 3 Ultimate Bandara Internasional Soekarno-Hatta
Salah satu gate dilihat dari atas
Terminal 3 Ultimate Bandara Internasional Soekarno-Hatta
Ruang tunggu di salah satu gate dilihat dari atas
Terminal 3 Ultimate Bandara Internasional Soekarno-Hatta
Ruang tunggu di salah satu gate dilihat dari atas
Terminal 3 Ultimate Bandara Internasional Soekarno-Hatta
Ruang tunggu di salah satu gate
Terminal 3 Ultimate Bandara Internasional Soekarno-Hatta
Di depan salah satu gate (Gate 11)
Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta
Pergerakan pesawat dilihat dari ruang tunggu
Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta
Pergerakan di Apron dilihat dari ruang tunggu
Terminal 3 Ultimate Bandara Internasional Soekarno-Hatta
Salah satu toko di dekat gate
Terminal 3 Ultimate Bandara Internasional Soekarno-Hatta
Book store (worldwide class) yang ada di gate area

Beberapa Mural di T3 Ultimate

Nah, untuk para orang tua yang nggak sanggup jalan kaki untuk menuju gate ada mobil golf (golf car) yang disediakan oleh pengelola bandara, asyik kan!  Wifi di T3 Ultimate juga sangat cepat, dont worry be happy! Hal lain yang menarik dari T3 Ultimate adalah adanya mural di banyak sudut bangunan terminal, yang membuat kita penasaran mencari gambar lainnya hehe. Kreatif banget deh, membuat kita nggak bosan dan pasti bakal nggak tahan untuk nggak posting di sosmed.

Selain itu, beberapa fasilitas lainnya adalah para penumpang bisa meminjam baby stroller juga selama di Terminal 3 Ultimate ini. Ada juga Digital Cinema (yang ini saya belum pernah coba haha) dan ada coworking space, keren!! Wah, pokoknya komplit banget deh fasilitas yang disediakan, membuat kita nyaman dan betah berlama-lama nunggu disini.

Saya sendiri beberapa kali menunggu penerbangan sendirian di sini dan tidak pernah bosan. Saya bisa mencicipi berbagai jajanan yang ada, haha.

Terminal 3 Ultimate Bandara Internasional Soekarno-Hatta
Concierge desk (customer service)
Terminal 3 Ultimate Bandara Internasional Soekarno-Hatta
Bisa pinjan baby stroller juga..
Terminal 3 Ultimate Bandara Internasional Soekarno-Hatta
Ada PC untuk online
Terminal 3 Ultimate Bandara Internasional Soekarno-Hatta
Ketentuan untuk naik Golf Car
Terminal 3 Ultimate Bandara Internasional Soekarno-Hatta
Coworking Space
Terminal 3 Ultimate Bandara Internasional Soekarno-Hatta
Ada Digital Cinema loh..
Mural di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta
Mural di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta
Mural di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta
Mural di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta
Mural di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta
Mural di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta
Mural di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta
Mural di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta
Mural di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta
Mural di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta
Mural di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta
Terminal 3 Ultimate Bandara Internasional Soekarno-Hatta
Mural di T3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta
Terminal 3 Ultimate Bandara Internasional Soekarno-Hatta
Mural di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta

Mushola di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta

Saya pernah solat di T3 Ultimate yang berada di lantai dua (naik satu lantai dari gate), saat itu mushola sangat ramai karena ada jemaah umroh juga. Tempat solat laki-laki dan perempuan dipisah, tempat solat laki-laki agak ke belakang. Tapi saya dan suami sama-sama melewati tempat penitipan sepatu yang dijaga oleh seorang Bapak yang umurnya kira-kira hampir 50 tahun kali yaaa.. Di tempat penitipan tersebut terdengar suara lantunan ayat alquran sangat merdu, kasetnya bagus deh pokoknya.

Tempat solatnya lumayan luas dan disediakan banyak mukena yang harum dan bersih. Setelah Solat, saya segera keluar untuk menuju gate lagi. Suami saya bilang, “Bapaknya jago ya ngajinya!”. Saya langsung sadar kalau suara lantunan ayat Al-Quran yang tadi saya dengar bukan dari kaset, tapi dari si Bapak yang menjaga tempat penitipan sepatu tersebut. MashaAllah, indah bangettt suaranya..

Ada beberapa Mushola di T3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta. Yang pernah saya gunakan yaitu Mushola di terminal keberangkatan lantai 2 (dekat gate) dan satu lagi yang ada di parkiran mobil (di gedung parkirnya).

Mushola T3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta
Mushola T3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta
Mushola T3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta
Mushola T3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta
Mushola T3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta
Mushola T3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta (di parkiran mobil)
Mushola T3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta
Mushola T3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta (di parkiran mobil)

Nah, kalau ini denah kedatangan Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta.

Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta
Area Kedatangan di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta

Gimana?? Bagus banget kan Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta ini. Saya nggak pernah bosan untuk terbang dan mendarat melalu T3 Ultimate. Sebagai rakyat Indonesia, saya bangga dengan beroperasinya terminal terbaru Bandara Soekarno-Hatta, kamu??

9 thoughts on “Review Terminal 3 Ultimate Bandara Internasional Soekarno-Hatta”

  1. Saya sudah beberapakali tiba di terminal 3 tapi karena flight malem malah ngak banyak expore, abis saya sudah ngantuk dan buru2 mau pulang ke rumah. Tapi areal parkirnya luas dan bersih banget ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *