Business and Finance, Info dan Inspirasi, Surabaya

Kementrian PUPR Goes to Campus: Pentingnya Pembangunan Infrastruktur untuk Kesejahteraan Rakyat Indonesia

Kementrian PUPR goes to campus 2017

Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (Kemen PUPR RI) bersama Media Indonesia serta Universitas Airlangga mengadakan acara KemenPUPR goes to campus 2017 di Auditorium Airlangga Convention Center, Kampus C, Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, Rabu (15/11/2017) dalam rangka sosialisasi program dan capaian kerja Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla khususnya bidang infrastruktur. Tujuan acara ini adalah memberikan informasi kepada mahasiswa terkait pembangunan infrastruktur yang telah dan yang akan dilaksanakan di Indonesia, terutama di Provinsi Jawa Timur. 

Acara PUPR goes to campus sangat meriah, para mahasiswa/mahasiswi dari UNAIR dan universitas sekitar menghadiri acara ini dengan antusias. Sebelum memasuki aula auditorium tempat talkshow berlangsung, para pengunjung disuguhi stand-stand yang berjajar, ada yang menampilkan karya dari Kementrian PUPR, ada stand makanan dan stand pedaftaran, serta ada panggung yang diisi oleh penyanyi dari UNAIR sendiri. Sangat meriah dan antusias walaupun langit sudah mulai gelap dan gerimis sudah mulai turun.

Keramaian peserta PUPRGTC 2017
PUPR GTC 2017

Kami dipersilahkan masuk ke aula auditorium, kursi-kursi sebagian sudah terisi oleh para peserta yang kebanyakan adalah mahasiswa/mahasiswi dari UNAIR. Panggung sudah tertata rapih, dengan dua slide proyektor menampilkan liputan dari Kementrian PUPR dan Presiden Joko Widodo meninjau proyek-proyek yang semakin digenjot oleh Pemerintah. Dari situ saja saya sangat bangga dengan Indonesia yang diwakili oleh Kementrian PUPR, belum lagi Pak Presiden yang mendukung penuh proyek infrastruktur yang dijalankan.

Beberapa liputan yang ditampilkan antara lain, Kunjungan Presiden RI Joko Widodo, Menteri Pekerjaan Umum-Perumahan Rakyat PUPR Basuki Hadimuljono, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi untuk meninjau langsung Proyek Pembangunan Jalan Tol Bawen-Salatiga (yang telah diresmikan oleh Presiden Jokowi pada 25 September 2017), yang merupakan bagian dari jalan tol Semarang-Solo Seksi III (proyek jalan tol Semarang-Solo terdiri dari lima seksi). Presiden Jokowi mengungkapkan, Tol Semarang-Solo merupakan bagian dari Proyek Trans Jawa (Merak-Jakarta-Semarang-Solo-Surabaya-Banyuwangi) dengan total panjang 1.187 km dan termasuk dalam target pembangunan jalan tol sepanjang 1.800 km hingga tahun 2019 mendatang. Di akhir tahun 2018 diharapkan Jakarta-Semarang-Solo-Surabaya tersambung dengan jalan tol, akan dilanjutkan ke arah timur hingga ke Banyuwangi di tahun 2019 diharapkan seluruh jalan tol selesai, sehingga seluruh Pulau Jawa dari ujung barat ke ujung timur tersambung oleh jalan tol. Proud of Indonesia!

Tol terindah di Indonesia, Tol Bawen-Salatiga (sumber: Kementrian PUPR)

Selain itu, ada video kunjungan ke Proyek Trans Papua, Presiden Jokowi dan Ibu Iriana terlihat didampingi oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimuljono dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono. Dikutip dari rilis Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Rabu (10/5), Jokowi tampak mengendarai motor trail sejauh 7 kilometer untuk menyusuri Trans Papua yang sedang dibangun. Tentu saja ini adalah pemandangan yang tidak biasa. “Kalau naik trail kelihatan jelas kesulitannya. Itu baru naik, coba bayangkan yang membangun,” kata Jokowi usai meninjau.

Wah, sambil duduk menunggu acara dimulai saya benar-benar merasa bangga menjadi bagian dari Indonesia. Walaupun suasana cukup ramai, sehingga video hampir sama sekali tidak terdengar, tapi saya pernah melihat video ini di televisi. Setelah di putar ulang, saya merinding  melihatnya! Pemerintah benar-benar serius membangun Indonesia, menciptakan kesejahteraan rakyatnya. Semoga Para Pemimpin Indonesia sehat selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa.

Acara pun segera dimulai, pertama kali kami disuguhi penampilan band kampus yang sangat membangkitkan semangat kami dengan suaranya yang menggema ke seluruh auditorium. Disusul Endah N Resha hadir membawakan sebuah lagu yang sangat menghibur para peserta talkshow.

Endah N Resha membuka acara PUPR GTC 2017

Setelah itu, Zackia Arfan (anchor Metro TV) hadir sebagai moderator dalam acara talkshow ini. Membuka acara dengan apiknya talkshow bertema “Saatnya Mengambil Manfaat Pembangunan Infrastruktur di Pulau Jawa” dengan narasumber yaitu Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR  Anita Firmanti, Wakil Rektor IV Unair Junaidi Khotib, Direktur Pemberitaan Media Indonesia Usman Kansong, Direktur Utama Semen Indonesia Hendi Prio Santoso.

Para narasumber dan moderator dalam PUPR GTC 2017
Para peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya

Dengan adanya talkshow ini, kami jadi tahu kalau pembangunan infrastruktur sangat memberikan manfaat bagi kesejahteraan rakyat Indonesia. Kalau jalan dan irigasi bagus, maka pertanian akan baik juga, sehingga para petani bisa menghidupi dan menyekolahkan anak-anak mereka. Diharapkan, nanti kedepannya para petani semakin maju dengan semakin baiknya infrastruktur di setiap daerah. Secara global, banyak manfaat dari digiatkannya pembangunan infrastruktur, manfaatnya yaitu mulai untuk hal sepele (jembatan dan pinggir kali yang dipugar menjadi tempat wisata), hingga bermanfaat untuk menghidupi seluruh masyarakat.

Indonesia harus terhubung, baik melalui darat, laut maupun udara, untuk mencapai kesejahteraan. Loh kok bisa? Jelas sekali, infrastruktur merupakan salah satu faktor terpenting, bagaimana bisa menyamakan harga bahan-bahan pokok (beras, gula, BBM, semen, makanan pokok lainnya, dll) di satu daerah dan daerah lain, kalau proses distribusinya saja sudah sulit, karena terhambat jalur transportasi yang disebabkan tidak adanya infrastruktur yang memadai. Dengan perbedaan harga bahan pokok dapat menyebabkan tingkat kesejahteraan rakyat pun berbeda-beda di setiap daerah. Untuk Indonesia yang hampir sebagian besar produsen bahan-bahan pokok ada di Indonesia bagian barat, maka semakin timur suatu daerah di Indonesia, semakin mahal pula harga bahan pokok yang disebabkan jalur distribusi yang sulit dilalui.

Jokowi: Trans Papua Bisa Bikin Harga Semen Semurah di Jawa

Di hadapan para anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Presiden Joko Widodo hari ini mengungkapkan ketimpangan harga yang terjadi di Papua dan di Jawa. Hal tersebut menjadi perhatian penuh pemerintah.

Dia mencontohkan di Wamena, misalnya. Harga semen di salah satu kabupaten di Provinsi Papua ini bisa mencapai Rp800 ribu per sak. Padahal, untuk harga di Jawa dan tempat-tempat lain di Indonesia bagian barat, harganya cuma berkisar Rp70-80 ribu per sak. “Pada bulan di mana cuaca tidak mendukung, kadang menjadi Rp1,5 juta dan di kabupaten-kabupaten tertentu bisa Rp2,5 juta,” kata Jokowi dalam acara Sarasehan DPD di kompleks Parlemen Senayan, Jumat 17 November 2017.

Karena itu, pembangunan infrastruktur di Papua menurutnya sangat penting. Untuk memecahkan kesenjangan harga yang terlalu jauh antara wilayah barat Indonesia seperti Jawa.

“Kalau Trans Papua ini selesai dan semen bisa diangkut lewat darat, saya yakin bahwa harga itu kurang lebih mirip dengan yang di Jawa. Terpaut Rp10-20 ribu masih maklum, tapi kalau 10-20 kali lipat itu bukan hal wajar,” tutupnya. (sumber: VIVA)

Selesainya acara ini, saya semakin tahu dan sadar kalau sebagai rakyat Indonesia, harusnya kita bangga dan selalu mendukung Pemerintah dalam proses pembangunan. Bisa dibayangkan, tanpa pembangunan yang berkesinambungan, negara kita tidak akan bisa mengejar ketertinggalan dari negara lain.

4 thoughts on “Kementrian PUPR Goes to Campus: Pentingnya Pembangunan Infrastruktur untuk Kesejahteraan Rakyat Indonesia”

    1. Iyaa loh keren bgt UNAIR!!
      AAmiin.. smoga tiap tahun ada terus acara kayak gini, biar pemuda/pemudi Indonesia semakin cinta tanah air 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.