Traveling

Diganggu Mahluk Halus saat Traveling di Belanda

Diganggu Mahluk Halus saat Traveling di Belanda

Diganggu Mahluk Halus Saat Traveling di Belanda

Ini kali pertama saya akan bermalam di Negeri yang dahulu menjajah Indonesia selama sekitar 350 tahun, Belanda! Setelah sekitar 14 jam penerbangan non stop dari Jakarta, saya dan suami cukup lelah. Kelelahan kami bertambah-tambah karena sebenarnya kami berangkat dari Sumbawa Besar di pagi harinya.

Sumbawa Besar – Lombok berangkat pukul 13.55 WITA

Lombok – Jakarta berangkat pukul 14.50 WITA

Jakarta – Amsterdam berangkat pukul 23.26 WIB

Dengan perbedaan waktu tiap daerah yang kami lewati sejak awal, total perjalanan kami dari Sumbawa Besar menuju Amsterdam adalah sekitar 24 jam, karena kami tiba di Amsterdam jam 9 pagi waktu setempat, dimana kalau di convert dengan waktu Sumbawa Besar adalah jam 13.00 WITA.

Diganggu Mahluk Halus saat Traveling di Belanda
ATR 72-600 di Sumbawa Besar

Walaupun selama di penerbangan Jakarta-Amsterdam sempat tidur, tapi tetap saja badan rasanya capek. Tapi saya dan suami sangat excited ketika akhirnya garbarata berhasil menempel di pintu pesawat dan para penumpang satu persatu turun, hanya penumpang tujuan London saja yang tetap tinggal di pesawat. Mbak mugari yang duduk dekat kami (posisi kursi kami di depan kursi pramugari) bertanya cara pakai kerudung saya yang berupa pashmina yang dililitkan ke kepala, haha. Padahal menurut saya ini ngasal banget, tapi si mbak mugari kepo! Hehe.

Saya sangat salut dengan tugas para kabin dan kokpit kru! Bayangin aja, terbang selama 14 jam dengan rambut disanggul dan makeup muka tebal, baju hanya selembar yang melekat dibadan. Para pilot dan ko-pilotnya pun harus konsentrasi penuh ketika menerbangkan pesawat. Duh, saya aja yang cuma duduk pegelnya bukan main, saya juga harus pakai jaket tebel kalau terbang diatas 6 jam, karena saya selalu sakit perut setelah sampai ditujuan, tersiksa banget! Pantas, teman-teman saya yang mugari sering memilih tidur di hotel dibanding jalan-jalan ketika harus stay di suatu negara saat bertugas.

Continue reading “Diganggu Mahluk Halus saat Traveling di Belanda”

Madura, Surabaya, Traveling, Wisata Kuliner

Bebek Songkem Pak Salim, Kuliner Sehat Asli Madura

Sudah pada tahu dong juaranya kuliner bebek dari Madura! Bebeknya gurih dengan bumbu meresap sampai ke dagingnya, ditambah sambal pencitnya yang khas dan pedas bikin nagih! Di Jakarta, saya tidak bisa menemukan kuliner bebek yang enak, yang ada (seringnya) daging bebeknya kurus, ditambah bumbunya tidak meresap. Puas deh selama tinggal di Surabaya ini nyicipin kuliner bebek yang enak-enak.

Terakhir, saya berkesempatan nyobain Bebek Songkem Pak Salim.. Hmm, penasaran kayak apa? Jadi, bebeknya ini dimasak dengan dikukus selama tiga jam, tapi nggak pakai air, sebagai gantinya pakai batang pohon pisang (gedebong pisang). Nah ajaibnya, bebek songkem ini bebas kolesterol loh, karena dimasak dengan cara seperti itu..

Bebek Songkem Pak Salim

Continue reading “Bebek Songkem Pak Salim, Kuliner Sehat Asli Madura”

Hotel, Info dan Inspirasi, Traveling

Yello Hotel Jemursari-Surabaya, Hotel Urban Kekinian yang Instagramable se-Surabaya

Yello Hotel Jemursari-Surabaya, Hotel Urban Kekinian yang Instagramable se-Surabaya

Desain hotel dari luar saja sudah sangat unik, modern dan berbeda dari kebanyakan hotel lainnya. Tanpa basa-basi, yuk kita simak review hotel ini.

YELLO Hotel Jemursari

Berlokasi di daerah Jemursari-Surabaya, berjarak sekitar 6 kilometer dari Bandara Juanda Surabaya, Yello Hotel menjadi incaran para wisatawan lokal maupun mancanegara. Selain lokasi yang strategis, harga yang ditawarkan juga terjangkau, yaitu range 300.000 s.d 500.000 rupiah per malam/per kamarnya.

Continue reading “Yello Hotel Jemursari-Surabaya, Hotel Urban Kekinian yang Instagramable se-Surabaya”

Australia, Sydney, Traveling

Nyantai di Sydney, Australia (part 8- the last part)

03 Mei 2017 : TIME TO GO HOME…

Tidak ada kendala apa-apa dipagi ini, kami check-out dari hotel jam 7 pagi, kami berjalan kaki menuju Kings Cross Station, naik kereta menuju ke Bandara Sydney. Di kereta, kami duduk di kabin atas, karena sekali lagi untuk terakhir kali menikmati kenyamanan transportasi di Negara Kangguru ini, sebelum kembali ke Indonesia (entah kapan lagi kami akan kembali kesini). Saat mendekati bandara, kamipun turun ke kabin bawah dan bergabung dengan orang-orang lainnya yang juga akan turun. Saat berdiri, di dekat kami ada seorang bapak bule yang membawa koper dan lengkap dengan seragamnya (kecuali bar di tangannya), sepertinya ia adalah seorang pilot. Saya masih sedikit bertanya-tanya, kalau di Indonesia, para kabin kru maskapai penerbangan selalu ada yang antar jemput, tapi di beberapa negara, seperti Malaysia, Singapura, Korea Selatan dan juga Australia ini, sepertinya mereka berangkat dan pulang sendiri deh.. Ada yang bisa bantu jelasin?? Hehe.. Sorry random haha.

Kings Cross with Love
Cola Sign Sydney

Continue reading “Nyantai di Sydney, Australia (part 8- the last part)”

Aircraft, Info dan Inspirasi, Traveling

Istimewanya Pesawat Terbaru Maskapai Garuda Indonesia, B737 MAX 8

Pesawat B737 MAX 8 pertama milik Garuda Indonesia resmi dioperasikan per tanggal 1 Januari 2018 dengan registrasi PK-GDA setelah sebelumnya dikirim dari Boeing Field di Seattle (USA), melalui Honolulu (Hawaii-USA), ke Guam (USA), singgah di Indonesia pertama kali di Biak, lalu ke Surabaya dan terakhir disambut di Jakarta. Oiya, kenapa saya sebut pesawat pertama? Karena B737 MAX 8 yang telah dipesan oleh Garuda Indonesia untuk program peremajaan armada yang dilakukan melalui natural replacement (pesawat B737-800NG diganti dengan pesawat B737 MAX 8) ada sebanyak 50 pesawat sesuai perjanjian yang ditandatangani antara Garuda Indonesia dan Boeing pada bulan September 2014. Pesawat pengganti tersebut akan tiba secara bertahap mulai tahun 2017 hingga 2023 mendatang, sesuai dengan berakhirnya masa sewa pesawat B737-800NG.

B737 MAX 8 (PK-GDA)
B737 MAX 8 (PK-GDA)

Continue reading “Istimewanya Pesawat Terbaru Maskapai Garuda Indonesia, B737 MAX 8”

Australia, Sydney, Traveling

Nyantai di Sydney, Australia (part 7)

02 Mei 2017

Hari ini adalah hari terakhir kami akan berjalan-jalan di Sydney, besok kami akan kebali ke Indonesia tercinta! Kayaknya semua sudut Sydney sudah kami singgahi, jadi mungkin hari ini akan lebih santai lagi di Sydney CBD.. Pagi ini saya masih berharap bisa tiba-tiba bertemu dengan Bunga Citra Lestari yang lagi syuting film Surat Kecil Untuk Tuhan di Sydney (ngarep).

Kami terlebih dahulu check-out dari Sydney Boulevard Hotel dan seperti rencana awal, kami menuju hotel terakhir kami di Sydney, yaitu Ibis Budget Sydney East. Lokasinya dekat dengan Kings Cross Station, dekat dengan Coca Cola sign, tidak terlalu jauh dari Sydney Boulevard Hotel, jaraknya hanya sekitar 700 meter.

Sydney di hari terakhir sangat cerah!

Continue reading “Nyantai di Sydney, Australia (part 7)”

Kuala Lumpur, Malaysia, Traveling, Wisata Belanja, Wisata Kuliner

Serba-Serbi Wisata di Kuala Lumpur, Malaysia

Memenuhi janji saya kepada teman-teman Instagram, saya akan menuliskan bocoran liburan saya di Kuala Lumpur. Tauu gak, tahun 2017 ini saja kami sudah 3x ke Kuala Lumpur (norak, padahal banyak yang lebih sering haha). Eits ini bukan ajang buat sombong atau riya ya, tapi dipenghujung 2017 ini saya kepingin banget bagi-bagi pengalaman liburan saya dan suami ke Kuala Lumpur. Isinya berupa rangkuman-rangkuman dan tips-tips yang saya tulis dengan bahasa dan gaya saya, yang semoga bermanfaat bagi teman-teman. Apa sih yang bikin kami nggak bosen ke KL? Ada apa aja disana?? Yuk buruan simak sampai habis dan silahkan komen di kolom di bawah ini jika ada yang mau ditanya ya!

Petronas Tower (KLCC)

Continue reading “Serba-Serbi Wisata di Kuala Lumpur, Malaysia”