Info dan Inspirasi, Wisata Belanja, Wisata Kuliner

NESCAFÉ Dolce Gusto: Cara Menyenangkan Menikmati Kopi Ala Cafe di Rumah

NESCAFÉ Dolce Gusto: Cara Menyenangkan Menikmati Kopi Ala Cafe di Rumah

NESCAFÉ Dolce Gusto

Dua tahun lalu di negeri timnas berseragam oranye, saya bersama suami duduk di sebuah gerai kopi terkemuka, menyeruput es kopi yang paling saya sukai sambil menunggu dijemput salah satu kereta tercepat bernama Thalys.

Saya tidak melewatkan untuk membawa pulang ke hotel segelas es kopi ketika saya dan suami berlibur di negara latin tetangganya pusat film telenovela.

Suatu malam menjelang musim dingin di negeri Kangguru, saya dan suami mampir ke gerai kopi untuk menghangatkan diri dengan segelas latte sebelum kembali ke hotel.

Saya bisa duduk manis sangat lama untuk menunggu sesuatu dengan segelas kopi atau mengabiskan waktu santai berlama-lama dengan es kopi yang menyegarkan.

Continue reading “NESCAFÉ Dolce Gusto: Cara Menyenangkan Menikmati Kopi Ala Cafe di Rumah”

Traveling

Diganggu Mahluk Halus saat Traveling di Belanda

Diganggu Mahluk Halus saat Traveling di Belanda

Diganggu Mahluk Halus Saat Traveling di Belanda

Ini kali pertama saya akan bermalam di Negeri yang dahulu menjajah Indonesia selama sekitar 350 tahun, Belanda! Setelah sekitar 14 jam penerbangan non stop dari Jakarta, saya dan suami cukup lelah. Kelelahan kami bertambah-tambah karena sebenarnya kami berangkat dari Sumbawa Besar di pagi harinya.

Sumbawa Besar – Lombok berangkat pukul 13.55 WITA

Lombok – Jakarta berangkat pukul 14.50 WITA

Jakarta – Amsterdam berangkat pukul 23.26 WIB

Dengan perbedaan waktu tiap daerah yang kami lewati sejak awal, total perjalanan kami dari Sumbawa Besar menuju Amsterdam adalah sekitar 24 jam, karena kami tiba di Amsterdam jam 9 pagi waktu setempat, dimana kalau di convert dengan waktu Sumbawa Besar adalah jam 13.00 WITA.

Diganggu Mahluk Halus saat Traveling di Belanda
ATR 72-600 di Sumbawa Besar

Walaupun selama di penerbangan Jakarta-Amsterdam sempat tidur, tapi tetap saja badan rasanya capek. Tapi saya dan suami sangat excited ketika akhirnya garbarata berhasil menempel di pintu pesawat dan para penumpang satu persatu turun, hanya penumpang tujuan London saja yang tetap tinggal di pesawat. Mbak mugari yang duduk dekat kami (posisi kursi kami di depan kursi pramugari) bertanya cara pakai kerudung saya yang berupa pashmina yang dililitkan ke kepala, haha. Padahal menurut saya ini ngasal banget, tapi si mbak mugari kepo! Hehe.

Saya sangat salut dengan tugas para kabin dan kokpit kru! Bayangin aja, terbang selama 14 jam dengan rambut disanggul dan makeup muka tebal, baju hanya selembar yang melekat dibadan. Para pilot dan ko-pilotnya pun harus konsentrasi penuh ketika menerbangkan pesawat. Duh, saya aja yang cuma duduk pegelnya bukan main, saya juga harus pakai jaket tebel kalau terbang diatas 6 jam, karena saya selalu sakit perut setelah sampai ditujuan, tersiksa banget! Pantas, teman-teman saya yang mugari sering memilih tidur di hotel dibanding jalan-jalan ketika harus stay di suatu negara saat bertugas.

Continue reading “Diganggu Mahluk Halus saat Traveling di Belanda”