Indonesia, Info dan Inspirasi, Surabaya

Terminal Teluk Lamong: Bukti Nyata Realisasi Tol Laut Indonesia

Hari ke-2 Blogger Goes to Lamong

Surabaya, Kamis (07/12/2017), sesampainya kami di Terminal Teluk Lamong, kami langsung menuju ke ruang rapat dimana nanti agendanya adalah berdiskusi bersama rombongan Puteri Indonesia Jawa Timur 2017. Diskusi ini berlangsung seru, para Puteri Indonesia Jatim 2017 yang berjumlah tiga orang sangat penasaran dengan kecanggihan teknologi di Terminal Teluk Lamong. Hingga akhirnya teman-teman blogger ikut kembali berkunjung ke tower dan ke dermaga untuk menaiki container crane bersama Puteri Indonesia Jatim 2017. Menurut saya, peranan Puteri Indonesia Jatim 2017 juga sangat penting sebagai sarana publikasi lebih luas lagi ke kalangan-kalangan lainnya, apalagi lokasi TTL berada di Jawa Timur, para Puteri Indonesia sudah pasti sangat bangga dengan memiliki pelabuhan semegah ini di daerah Jawa Timur.

Diskusi dengan para Puteri Indonesia Jatim 2017 di Terminal Teluk Lamong

Continue reading “Terminal Teluk Lamong: Bukti Nyata Realisasi Tol Laut Indonesia”

Indonesia, Info dan Inspirasi, Surabaya

Blogger Jawa Timur Turut Menduniakan Terminal Teluk Lamong

Hari ke-1 Blogger Goes to Lamong

Surabaya, Rabu (06/12/2017), saya dan beberapa teman-teman blogger dan influencer lainnya mendapat kesempatan berkunjung ke Terminal Teluk Lamong. Kunjungan ini dilakukan selama dua hari, dimana kami berkeliling untuk melihat secara langsung suasana kantor dan kegiatan operasional terminal di lapangan. Bagi kami, ini adalah kesempatan emas yang tidak boleh dilewatkan, karena ini merupakan proyek pemerintah yang sangat vital dan kami bertugas menyampaikan kepada dunia, bahwa Indonesia memiliki pelabuhan yang sangat modern.

Kantor PT Terminal Teluk Lamong, Surabaya

Continue reading “Blogger Jawa Timur Turut Menduniakan Terminal Teluk Lamong”

AFF 2016, Bangkok, Indonesia, Sepak Bola, Thailand, Traveling

Bertemu Tim Nasional Sepak Bola Indonesia di Bangkok

Tiba juga hari kepulangan kami ke Surabaya, 18 Desember 2016, antrian check-in counter sudah mulai panjang, tapi belum juga ada petugas yang siap menerima kami. Lama sekali kami menunggu, antrian penumpang Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 867 memang sebagian besar berisi warga negara Indonesia yang bersiap kembali ke tanah air. Beberapa penumpang berbicara, “kalau sampai keduluan dengan romobongan timnas pasti akan lebih ramai nih!”, saya yakin mereka adalah salah satu supporter bola yang baru saja menonton Final Piala AFF 2016 tadi malam. Tadi malam memang baru saja ada pertandingan final antara Indonesia dan Thailand, tapi saya hanya berpikir mungkin baru besok mereka kembali ke Indonesia.

Pulang!!
Pulang!!

Continue reading “Bertemu Tim Nasional Sepak Bola Indonesia di Bangkok”

Hongkong, Indonesia, Macau, Traveling

Re-honeymoon (part 3)

Masih di hari yang sama, yaitu tanggal 16 Sept 2016, jam 4 sore waktu setempat pendaratan pesawat kami di Chek Lap Kok superrrr mulus!! Yaa semenjak saya sering naik pesawat bersama sangsuami yang suka banget dunia penerbangan, saya jadi sedikit tahu mana landing yang mulus dan mana yang gasruk.

Sedikit mengutip perjalanan kami ke Hongkong tahun lalu, sebetulnya saya lupa banget bagaimana perjalanan honeymoon kami tersebut, sayapun sudah berusaha menuliskannya di blog ini tapi terputus begitu saja hehe (bisa dilihat di sini). Makanya, pas sangsuami ngajak jalan-jalan saya milih Hongkong lagi aja, selain untuk mengenang, selain itu juga demi menuntaskan tulisan ini hhe.

Chek Lap Kok atau Hongkong International Airport sangaaaat bagus menurut saya, tapi saya tetap paling suka Changi Airport (karena lebih banyak jajanannya hehe). Mulai dari pas pesawat approach (semoga bener yah bahasanya, intinya pas mau landing), bisa kelihatan dari atas pesawat bahwa bandaranya dikelilingi oleh lautan dan perbukitan atau pegunungan (perbukitan tersebut mengingatkan saya sama bandara di Chile, Yanggg kesana lagi yukk huhu!! *modus*), selain itu bisa kelihatan di sekeliling airport nggak ada tuh rumah-rumah warga yang bejibun hhe. Lanjuttt.. Waktu landing, di sekeliling runway atau taxi way nggak ada jalan raya kayak yang ada di Soekarno-Hatta Airport, tidak ada pemandangan pepohonan jadi agak gersang tapi cenderung terlihat bersih dan aman!! (Bahaya nih, penulisan gue mulai menjurus ke pengamatan teknis!! Maap yak kalau salah-salah, ini cuma pengamatan secara awam aja kok, setiap orang pasti beda-beda penilaiannya)

Nih saya menemukan artikel yang menarik tentang HKIA ini, check this out!!

Seperti dikutip dari laman Bornrich, Kamis 4 September 2014, menurut sebuah laporan tag, Bandara International Hong Kong, yang terletak di Pulau Chek Lap Kok di distrik Hong Kong, dinobatkan sebagai bandara termahal di dunia.

Kabarnya, bandara ini berhasil masuk ke Guinness Book of World Records berdasarkan biaya yang dikeluarkan selama konstruksi pembangunan mencapai US$20 miliar.

Bandara raksasa itu telah dibangun di sebuah pulau buatan yang luas dengan meratakan beberapa pulau. Pembangunan bandara pun membutuhkan waktu hingga enam tahun.

Bandara Chek Lap Kok menggantikan Kai Tak Airport yang sebelumnya menjadi bandara metropolitan utama di Asia. Kai Tak Airport telah menutup kegiatan operasionalnya pada beberapa tahun yang lalu dan dipindahkan ke Bandara Chek Lap Kok.

Bandara Chek Lap Kok mulai beroperasi pada 1998, kemudian dengan cepat menaiki grafik global dan saat ini dianggap sebagai salah satu terminal penerbangan dengan penanganan kargo tersibuk di dunia.

Bandara ini juga menjadi salah satu bandara tersibuk di dunia yang menangani jutaan penumpang setiap tahun. Laporan menunjukkan bahwa lebih dari 90 maskapai penerbangan global terbang ke 150 tujuan di seluruh dunia dari Bandara Chek Lap Kok.

Bandara ini juga memberikan kontribusi yang penting bagi perekonomian Hong Kong dan dilaporkan mempekerjakan lebih dari 60.000 karyawan.

Bandara Chek Lap Kok memiliki 66 pintu masuk. Saat ini, di Terminal 1 bandara itu digolongkan sebagai bangunan terminal bandara terbesar ketiga di dunia dan berhasil mengalahkan terminal di Bandara Dubai dan Beijing.

MasyaAllah gimana nggak keren, HKIA ini merupakan bandara termahal di dunia!! Untuk sumber berita tersebut saya meminjam dari berita online VIVA. Saya melihat bentuk jadinya HKIA aja udah melongo apalagi waktu tahu bahwa ini bandara termahal di dunia!! Kali ini saya nggak akan melewatkan sedikitpun pemandangan-pemandangan Hongkong mulai dari pendaratan pesawat.

Aproaching to HKIA
Approaching to HKIA

Continue reading “Re-honeymoon (part 3)”

Hongkong, Indonesia, Macau, Traveling

Re-honeymoon (part 1)

15 Sept 2016

Hari ini pun tiba, liburan yang telah lama kami nantikan, ceileh! Gimana nggak, sangsuami aja cutinya masih full 12 hari, which mean kita belum liburan selama setahun ini!! Sampai-sampai udah lupa gimana rasanya naik pesawat besar.

15 Sept 2016, dimulai dengan perjalanan kami dari Surabaya, pesawat yg kami akan tumpangi GA317 delay, harusnya 13.10 wib tapi jadinya 13.45 eh baru aja ada pengumuman bahwa delay lagi sampai jam 14.05 zzz.. Tapi saya nggak seberapa pusing sih cuma nunggu duduk manis di boarding room dibanding sangsuami yang saat ini on duty, ngurusin semrawutnya penerbangan akibat delay yang beruntun, yes bukan cuma satu pesawat yang delay tapi semuanya delay duh sabar ya wam!!!

Btw im too excited liburan kali ini.. Kamaren aja sampai seharian nyetrikain baju 3 bakul!!! Malesnya ketauan bgt, jarang nyetrika! Eeeh tapi jangan salah, baju-baju yang mau dibawapun saya setrika demi bisa packing seringkes mungkin. Seperti biasa, saya dan sangsuami cuma bawa masing-masing satu tas gemblok untuk liburan kami 7 hari di Hongkong dan Bali. Kali ini saya sudah mahir loh packing nya, dimulai dengan memilih baju-baju yang penting biar nggak mubazir karena kebanyakan barang bawaan sampai menjejalkannya ke dalem tas gemblok, saat itu tas saya berupa tas gemblok laptop dan sangsuami tas jansport.

Now we are ready. Sesungguhnya saya buta Hongkong, nggak tau di Hongkong ada apa aja, padahal saya udah pernah kesana. Saking nggak taunya, saya nggak bikin itinerary buat persiapan keberangkatan, daripada mumet mending yaudah go show aja, lagian sangsuami udah hapal jalanan disana hehe. Sebetulnya tujuan saya membuat itinerary adalah hanya untuk kepentingan blog aja, haha!!!

Biar eksis foto boarding pass dulu
Biar eksis foto boarding pass dulu

Bye!! Wait for the update ya! Saya udah bela-belain bikin website baru tadi sebelum berangkat ke bandara, semoga saya semakin semangat nulisnya! Sekarang kakaika dan kakaiki liburan dulu yaak!

 

Chile, Europe, France, Indonesia, Netherlands, South America, Sumbawa Besar, Traveling

Birthday Party 50,000 Kilometers (Part 8: Santiago, Chile)

We have just landed safely at Comodoro Arturo Merino Benítez International Airport after 14 hours flight from Paris! Saya terharu, bahagia dan gak nyangka bisa sampe di Benua Amerika. Buat sebagian orang, Amerika dan Eropa adalah hal biasa, tinggal ngesot aja jadi, tapi buat kita berdua, ini luarr biasaaa! Yeah we made it! Our Birthday Party..

50,000 Kilometers! Perjalanan kita emang baru 25,000 kilometers, tapi perjalanan kesini penuh perjuangan dan menguras tenaga, semoga perjalanan sisanya sampe di Sumbawa Besar bisa lebih mudah.

04 November 2015

Salah satu kejadian yang paling mengesankan adalah disaat seluruh penumpang bertepuk tangan dengan kompaknya pas pesawat touch down di Santiago. Baru pertama kali bagi saya dan Uda naik pesawat diakhiri dengan tepukan tangan, mungkin konser musik artis kenamaan kalah ramainya dibanding tepukan penumpang Airfrance ini. Sebenernya, sedikit bertanya-tanya apa emang semua flightnya Airfrance seperti ini yaa? Kita buktikan nanti yaaa pas balik ke Paris. Pokoknya saya merasa beruntuuung sekali bisa pas dengan moment seperti itu. Alhamdulillahh.. Hayoo siapa yang pernah ngerasain moment kayak kita juga??

Setelah landing di Santiago dan pesawat udah nempel di garbarata dengan sempurna, kita gak langsung bergegas berdiri, karena penumpang di pesawat ini ada 300 orang lebih dan kita duduk di barisan belakang pesawat. Untungnya kita gak bawa tas besar ke kabin, jadi lebih santai, yang kita bawa ke kabin cuma tas laptop dan tas tangan. Saat keluar pesawat, kita melewati lagi kursi kelas premium ekonomi dan kelas bisnis Airfrance.

Airfrance ke Santiago de Chile
After landed in Santiago, Chile!

Read More