Traveling

Diganggu Mahluk Halus saat Traveling di Belanda

Diganggu Mahluk Halus saat Traveling di Belanda

Diganggu Mahluk Halus Saat Traveling di Belanda

Ini kali pertama saya akan bermalam di Negeri yang dahulu menjajah Indonesia selama sekitar 350 tahun, Belanda! Setelah sekitar 14 jam penerbangan non stop dari Jakarta, saya dan suami cukup lelah. Kelelahan kami bertambah-tambah karena sebenarnya kami berangkat dari Sumbawa Besar di pagi harinya.

Sumbawa Besar – Lombok berangkat pukul 13.55 WITA

Lombok – Jakarta berangkat pukul 14.50 WITA

Jakarta – Amsterdam berangkat pukul 23.26 WIB

Dengan perbedaan waktu tiap daerah yang kami lewati sejak awal, total perjalanan kami dari Sumbawa Besar menuju Amsterdam adalah sekitar 24 jam, karena kami tiba di Amsterdam jam 9 pagi waktu setempat, dimana kalau di convert dengan waktu Sumbawa Besar adalah jam 13.00 WITA.

Diganggu Mahluk Halus saat Traveling di Belanda
ATR 72-600 di Sumbawa Besar

Walaupun selama di penerbangan Jakarta-Amsterdam sempat tidur, tapi tetap saja badan rasanya capek. Tapi saya dan suami sangat excited ketika akhirnya garbarata berhasil menempel di pintu pesawat dan para penumpang satu persatu turun, hanya penumpang tujuan London saja yang tetap tinggal di pesawat. Mbak mugari yang duduk dekat kami (posisi kursi kami di depan kursi pramugari) bertanya cara pakai kerudung saya yang berupa pashmina yang dililitkan ke kepala, haha. Padahal menurut saya ini ngasal banget, tapi si mbak mugari kepo! Hehe.

Saya sangat salut dengan tugas para kabin dan kokpit kru! Bayangin aja, terbang selama 14 jam dengan rambut disanggul dan makeup muka tebal, baju hanya selembar yang melekat dibadan. Para pilot dan ko-pilotnya pun harus konsentrasi penuh ketika menerbangkan pesawat. Duh, saya aja yang cuma duduk pegelnya bukan main, saya juga harus pakai jaket tebel kalau terbang diatas 6 jam, karena saya selalu sakit perut setelah sampai ditujuan, tersiksa banget! Pantas, teman-teman saya yang mugari sering memilih tidur di hotel dibanding jalan-jalan ketika harus stay di suatu negara saat bertugas.

Karena terlalu excited, kami berdua yang sudah bertemu keponakan kami, Puti (yang tinggal di Belanda) langsung berkeliling kota setelah menaruh barang di hotel tempat kami menginap. Setelah seharian berkeliling, sekitar jam 2 siang waktu setempat, kamipun berpisah dengan Puti. Kami kembali ke hotel kami yang berada tidak jauh dari Amsterdam Central, yaitu di daerah Sloterdijk. Perjalanan ke hotel hanya 20 menit. Di perjalanan ini mata sudah nggak bisa tertolong, sampai-sampai saya harus pukul-pukul pipi supaya kuat melek. Rasanya carut marut banget ini badan, mata ngantuk plus perut luar biasa sakit karena duduk terlalu lama di pesawat, padahal saya udah pakai jaket tebel selama penerbangan tadi. Saya hitung, ternyata di Sumbawa Besar sudah jam 10 malam, alarm badan saya sudah memperingatkan sedari tadi buat tidur, ini namanya jetlag kali ya!! Haha.

Diganggu Mahluk Halus saat Traveling di Belanda
Bersama Puti anak kampung Belanda

Ternyata pak suami juga ngantuk berat, matanya merah, tapi dia lebih cool dari saya yang dari tadi grasak-grusuk bertahan biar nggak tertidur haha. Saking cool-nya, saya ajak ngobrol nggak mudeng! Kami benar-benar mengantuk dan nggak konsentrasi. Akhirnya sampai jugaaa di depan hotel tercinta, dengan jalan terseok-seok kami mengumpulkan sisa tenaga untuk mencapai bangunan hotel itu.

DINNNNN DIN DINNNN!!! DINN DINNNNN!!!!

ASTAGAAAA!

Saya langsung narik tangan pak suami ke belakang biar melangkah mundur lagi, sementara di waktu bersamaan pak suami dengan refleksnya malah menarik tangan saya ke arah depan. DINNNNN DINNN!!! Udah nggak ada waktu lagi buat adu pendapat, saya langsung nurut tarikan tangan suami dengan lari sekuat tenaga menyebrang jalan menghindari bis yang terus meng-klakson tanpa memelankan lajunya, sampai-sampai saya merasakan lengan kanan saya bunyi karena ditarik!!!

ALHAMDULILLAHHH KAMI SELAMAT!!!

Luar biasa!! Udahlah capek dan ngantuk ditambah tragedi sembrono gini, makin habis sudah sisa tenaga… Di lobby hotel pun masih mengantri lumayan lama, kami menunggu antrian check-in dengan sisa degdegan yang luar biasa dan tangan yang akhirnya sakit. Yaa Allah ini pengalaman jetlag pertama yang buruk banget. Istighfarr dehhh Istighfar!!!

Diganggu Mahluk Halus saat Traveling di Belanda
Holiday Inn Hotel yang ada di dekat hotel kami di Sloterdijk
Diganggu Mahluk Halus saat Traveling di Belanda
Menuju hotel kami di Sloterdijk (jalan dari stasiun)
TKP tragedi hampir ketabrak bis di depan hotel

Tepat jam setengah lima sore waktu Belanda kami masuk ke kamar hotel, saya langsung ngibrit ke kamar mandi saking mules nggak bisa ditahan lagi!! Saya juga langsung mandi (karena sudah dua hari nggak mandi). Baunya udah nggak jelas, walaupun cuaca di sini sejuk malahan sangat dingin, tapi saya kan terakhir mandi di Sumbawa Besar, sempet panas-panasan dan keringetan. Haha!

Pak suami berteriak dari kamar, saladnya nggak ada. Pasti saladnya jatuh pas kami hampir tertabrak bis tadi, yaa sudahlah bersyukur kami nggak kenapa-kenapa. Walaupun capek, kami berniat nonton Ajax Amsterdam vs Roda JC Kerkrade sekitar jam 6 di Amsterdam Arena Stadion. Lumayan lama saya di kamar mandi, pas selesai mandi pak suami malah udah pules.

Sebenarnya saya udah ngantuk juga, tapi berusaha menyesuaikan diri dengan waktu tidur di sini masih jam 6 sore, nggak mau terlalu banyak tidur. By the way, ini adalah contoh yang salah ya, yang namanya jetlag obatnya cuma tidur, ini malah sotoy! Haha. Satu jam kemudian, mata saya udah nggak bisa diajak kompromi. Saya baru mulai tidur jam 7 malam waktu Amsterdam. Sebelum tidur, saya rapihin beberapa barang bawaan dan makanin buah-buahan yang kami beli. Saya lihat-lihat seisi kamar, melongok ke luar jendela yang sudah mulai gelap dan berkabut, tapi masih ada aja orang yang lalu lalang, walaupun nggak ramai. Saya juga mulai menulis lagi rangkuman perjalanan kami hari ini. Akhirnya, saya pun menyerah dan tertidurr…

Sekitar jam 9 malam, saya mulai nggak tenang… Bunyi ketukan pintu, gerabak gerubuk seperti orang jalan atau pintu dibuka tutup!!! Ahh saya paling nggak suka kondisi kayak gini!! Saya berusaha tenang baca doa dan tidur lagi. Suaranya ilang dan tiba-tiba muncul lagiiii!! Akhirnya saya nyerah dan berusaha membangunkan pak suami. Si bapak masih nggak ngerti jugaa dan nggak mau bangun!! Saya nggak berhenti membangunkan, sampai akhirnya menyerah dan bangun.

Saya bilang, “itu ada suara aneh dari sana!!!”

Pak suami menjelaskan, “itu palingan juga orang yang pada keluar masuk kamar di atas kita atau di lantai yang sama.”

Saya mikir, masa iya suaranya sampai kenceng banget, jelas kedengeran banget, deket banget lah!! Saya penasaran, saya samperin pintu depan dan saya coba ketuk dindingnya. Memang suaranya nggak seperti tembok dari batu bata sih… Jadi, yang saya dengar pas tidur tadi, yang saya kira “mahluk asing” yang iseng ternyata para tamu hotel ini yang memang pada sibuk keluar masuk, karena disini jam nya para bule buat dugem. –Semoga.

Karena sudah terbangun gara-gara denger suara-suara aneh, kami akhirnya Solat Isya dan Magrib yang dijamak jam 9 malam. FYI, waktu solat di Amsterdam bulan November adalah sbb:

  • Subuh : 5.50 am
  • Matahari terbit : 7.50 am
  • Zuhur : 12.25 pm
  • Ashar : 2.30 pm
  • Magrib : 4.55 pm
  • Isya : 6.50 pm

Setelah solat, kami mau membuktikan omongan Puti, yang katanya di Amsterdam semua toko tutup jam 6 sore!! Kami keluar hotel menuju Sloterdijk Station, benar saja Starbucks, Kiosk, Toko kebab, dan lain-lain sudah pada tutup. Kami hanya nemu satu toko pasta dan satu toko burger yang masih buka, karena memang di depan toko mereka banyak para turis bule yang baru saja sampai di stasiun. Mereka pada geleparan dengan tas gemblok mereka di depan toko tersebut, mungkin karena mereka belum punya hotel.

Kami membeli cheese burger 2 porsi dan kentang goreng ukuran besar buat makan di kamar. Lumayan dingin perjalanan dari dan balik ke hotel!! Saya cukup hangat dengan coat yang saya pakai, suamiku cuma pake blazer plus syal, jelas kedinginann!! Malah sampai kebas tangannya! Kami makan burger dan kentangnya, setelah kenyang lanjut tidur lagi sampai jam 3 pagi keesokannya.

Diganggu Mahluk Halus saat Traveling di Belanda
Membeli cheese burger malam-malam
Stasiun Amsterdam SLoterdijk tempat kami beli burger

Demikian cerita perjalanan hari pertama kami..

Lah terus cerita diganggu mahluk halusnya gimana?? Ih nggak seru banget ya haha!

Jadi, singkat cerita, kami masih punya 8 hari liburan, ini baru hari pertama kami, kami pun sudah melupakan semua kejadian itu. Setibanya di Indonesia, barulah pak suami tercinta yang emang sering diganggu mahluk halus, dan berdampak ke saya yang akhirnya beberapa kali juga ketularan diganggu akhirnya bercerita tentang kejadian tersebut.

Suami  : Kamu inget nggak waktu di Amsterdam di hotel pertama?

Saya    : Yang mana ya? Kan banyak.

Suami  : Yang waktu kamu denger ketuk-ketuk di pintu.

Saya    : Ingettt dong, itu kan emang dasar orang bule pada mondar mandir di kamar sebelah.

Suami  : Sebenernya itu ada penunggunya tau. Makanya dia getok-getok gitu.

Saya    : WHATTTT!! Penunggu gimana? Maksudnya hantu?

Suami  : Iyaaaa, dia udah gangguin aku duluan tapi aku tinggal tidur aja, hahaha…

Saya    : Ihhhhh kamu iseng banget sih, kenapa nggak ngasih tahu dari awal disana!

Suami  : Yaahhh, kalau aku kasih tahu nanti kamu minta pindah hotel lagi.

Saya    : Untung aja cuma satu malem disana! Lagian kamu kenapa baru cerita sekarang??

Suami  : Kondisinya kita baru aja malem pertama jalan-jalan, yang ada kamu jadi parno disisa hari kita jalan-jalan.

Saya    : Hahahhaa!! Iyaa juga sihhh, hebat kamu ngerti ajaa! Lagian aku pikir aku doang yang denger berisik-berisik itu. Tapi kenapa kamu nggak bangunnn. Jahat bangettt sih!

Suami  : Udah dibilangin aku diganggu udah dari pertama masuk, kamu kan langsung mandi. Aku masih tidur-tiduran di kasur sambil makan buah, remote tv dan buah-buahnya dilempar-lempar ke bawah, dipungut dilempar lagi! Capeklah, dia nggak bisa dibilangin yaaa aku tidur aja!

Saya    : Yaaa Alloh jail banget sih! Pantes aja kamu pules tidurnya. Aku pas baru masuk kamar emang udah ngerasaian hal yang beda tapi aku cuek aja mandi dan pas kamu tidur juga aku masih santai obrak-abrik barang, duduk dilantai makanin buah, ngintip-ngintip keluar, sampai lukisan muka yang super gede itu aku elus-elus.

Suami  : Yaa memang dia nggak jahat sihh cuma iseng aja, menunjukkan eksistensinya.

Saya    : Aku sempat lihat sekelebatan terbang waktu aku ngetik di laptop sihhh, cuma nggak jelas apaan. Sampai akhirnya ada yang getok-getok pintu nggak berhenti. Oiya waktu awal ada suara getok-getok pintu itu, aku sempat nyari-nyari sumber suaranya juga sampai ke lemari juga loh!! Sampai akhirnya aku bangunin kamu karena udah nggak tahan.

Suami  : Sebenernya lokasi suaranya ada di lemari yang deket kamar mandi. Aku kebangun gara-gara kamu bilang udah nggak nyaman. Aku pun lihat dia melayang-melayang terutama dia suka di lukisan itu.

Saya    : Ihhhh tuhkan, nggak melindungi aku!! Digangguin begitu mana bisa tidur. Udah ngantuk berat padahal. Dibacain doa nggak mempan karena aku udah gelisah nggak fokus hahhaa.

Suami  : Iyaa udah buat pengalaman ajaa… Noni Belanda nya cuma mau berteman kok sama kita.

Saya    : Makasih deh!! Hahahaa…

Diganggu Mahluk Halus saat Traveling di Belanda
Pagi hari di terminal bis Sloterdijk

Hallo teman-teman pembaca, perkenalkan saya ini “Pak Suami”, nggak tau kenapa kok malah disuruh nulis untuk topik yang kaya gini yaa, padahal keahlian saya adalah dalam bidang aviasi penerbangan dan perminyakan. Yaahh beginilah kakaika kalau sudah punya keinginan, dia akan berjuang terus sampai bisa terpenuhi. Akhirnya saya dipaksa untuk sedikit bercerita disini.

Here we goes!!

Seperti yang sudah diceritakan sebelumnya, perjalanan ke Amsterdam ini termasuk kategori go show. Sebenernya tiket kami itu seharusnya berangkat tanggal 30 October dan sampai di Amsterdam tanggal 1 November. Untuk akomodasi kami sudah booking hotel tanggal 1 sampai 3 November di Ibis Amsterdam Centre Stopera. Namun karena pekerjaan yang Alhamdulillah sudah bisa beres 1 hari sebelumnya kami berinisiatif untuk langsung berangkat. Tanggal 29 October kami berangkat dan landing tanggal 30 October. Otomatis kami harus mencari hotel sementara untuk 1 malam karena akomodasi tanggal 30 October tersebut belum dapat.

Sambil menunggu keberangkatan pesawat GA88 di gate E5 Bandara Soetta, saya browsing di Agoda. Akhirnya, kami booking di Mercure Amsterdam Sloterdijk, karena melihat review hotel ini yang cukup bagus dan akses ke Amsterdam Central/ Centruum cukup mudah. Kami boarding dengan tenang karena akomodasi selama 3 malam di Belanda sudah terpenuhi.

Selama penerbangan kami kesulitan untuk tidur. Saya memang tipe orang yang kalau tidur itu harus selonjoran. Sementara kakaika sesekali bisa tidur namun saya gangguin terus, hehehe. Bosen banget utak atik avod. Maaf yaa kakaikaaa…

Setelah landing dan makan, kami langsung ke hotel. Keadaan di Sloterdijk siang ini berkabut banget. Persis kayak setting film twilight. Jadi, adegan yang hampir ditabrak bis diatas itu kondisi saya nge-blank banget. Bener-bener nggak tahu kalau ada bis, beruntung kami masih selamat. Habis kejadian tersebut, kami langsung check in hotel. Nah habis check in kami dapet kamar di lantai 13. Iyaa lantai 13 banget.

Lantai 13 identik dengan hal-hal yang tidak baik, dari awal sih saya nyantai aja dan nggak mikirin juga, saya bukan tipe orang yang suka menghiraukan hal-hal aneh berbau mistis. Kami langsung ke kamar habis check in dan kakaika langsung mandi. Kamarnya bagus dengan kasur ukuran king size dengan  meja di sudut ruangan. Habis lepas sepatu, sambil nungguin kakaika mandi saya mau selonjoran. Pas banget di tengah kasur yang mulus itu ada remote TV. Pas lagi beberes, entah gimana ceritanya remote yang ada di tengah kasur yang mulus itu kayak “kelempar”. Saya sih nggak ambil pusing, saya ambil remotenya terus taro lagi. Eh, pas lagi lanjutin beberes tiba-tiba remotenya jatuh lagi. Saya ambil lagi sih sekalian tiduran, hehehe.

Pas lagi tiduran, buah jeruk dan strawberry (yang tadi kami beli yang ada dalam kemasan plastik) di atas meja pojok kamar tiba-tiba jatuh ke lantai (strawberry-nya). Padahal strawberry itu ada di dalam wadah plastik. Karena males mikir dan udah capek yaaa bawa tidur aja. Batal deh niat mau nonton ajax,huhuhu.

Lagi enak-enak tidur, dibangunin sm kakaika. Katanya dia denger suara aneh, saya cuma bilang itu suara dari tetangga dan lanjut tidur lagi. Eh nggak lama kakaika bangunin lagi kayak mau nangis, katanya suara ketok-ketoknya tambah kenceng, saya juga denger sih daritadi. Dengan segenap keberanian, saya menuju ke pintu masuk kamar buat mengecek. Pintu kamar itu ada di lorong tengah diantara kamar mandi di sebelah kanan-nya dan lemari di sebelah kiri. Kakaika mengawasi dari tempat tidur waktu saya mengecek. Jujur aja saya juga parno. Selama jalan saya harus terlihat santai untuk meyakinkan istri tercinta. Jalan ke arah pintu kamar, pintu langsung saya buka gede-gede, saya nengok kebelakang ke arah kakaika, “tuhh kan nggak ada apa-apa, liatt tuh!!!” langsung saya tutup lagi pintuya.

Sebenernya cuma buka pintu doang dan nggak liat keluar sama sekali!!

Wallahu alam. Semua yang ada di dunia ini adalah makhluk Allah. Semoga kita semua selalu ada dalam lindungan Allah SWT. Saya sengaja nggak cerita detail ke kakaika saat itu karena takut dia jadi parno dan nggak semangat untuk euro trip ini, mengingat ini adalah pengalaman pertama traveling ke Eropa. Tapi, Alhamdulillah everything was okay and we enjoyed the trip to the maxxx.

Dan suara ketok-ketok itu sebenernya dari dalem lemari di sebelah kiri. Persis kayak cerita film Insidious.

Diganggu Mahluk Halus saat Traveling di Belanda
Kamar hotelnya, saat kami akan check-out. Lemari ada di sebelah kiri..

Setelah menulis ini, si pak suami cuma menyuruh saya Solat Magrib dan dia langsung merinding!! Haha. Bisa teman-teman bayangkan yaa, seseram apa wujudnya kalau menurut pak suami film Insidious, hehe.

Si bapak masih malu-malu nulisnya, tapi dari tulisan itu sangat tergambarkan bagaimana dari sisi si pak suami saat diganggu mahluk halus, hehe. Sebetulnya, sebelum saya memutuskan untuk tidur jam 7 malam waktu Amsterdam, saya sudah sendirian sadar di kamar karena pak suami sudah pules dan suara itu sudah mulai muncul sejak pertama saya tiduran itu, ditambah beberapa kali saya melihat sekelebatan yang lewat tapi tidak jelas bentuknya.

Wallahualam.. Yang pasti, sejak saat itu saya yakin kalau di setiap ruangan dimanapun tempatnya pasti ada penunggunya. Saya juga berusaha untuk menjaga kebersihan kamar hotel saat menginap dan tidak lupa untuk selalu berdoa. Fyi, setelah solat Isya itu saya bisa tidur pulas sampai pagi-nya, nggak tahu kalau pak suami bisa tidur pulas apa nggak. Tapi, kalau ke Belanda lagi saya masih mau kok menginap di hotel ini, karena dimanapun saya dan suami menginap (setelah kejadian ini) saya memang jadi agak takut dan nggak mau ditinggal sendirian di dalam kamar. haha!

Beberapa kali saat traveling, kami selalu memilih hotel yang bukan backpacker karena kami butuh istirahat yang nyaman. Kirain menginap di hotel berbintang akan mulus-mulus aja, tapi banyak juga kejadian yang diluar dugaan kita hehe.

Ngomongin masalah hotel, saya kepingin sih sewa penginapan di airbnb, cuma saya masih belum sreg dan ragu juga saat memilih kamar di airbnb. Please advise dong teman-teman kalau pernah pakai airbnb. Hmmm… Terutama untuk Korea Selatan ya, karena beberapa kali saya bikin plan liburan ke Korea Selatan dan kepingin nginep di airbnb terutama rumah yang tradisional khas Korea gitu..

Oyaa, saya seneng banget kalau nanti suatu saat akan ke Korea Selatan, saya bisa sewa wife di Iziroam, hanya dengan Rp 55.000 per hari kita bisa menikmati unlimited 4G WIFI secara leluasa saat traveling ke Korsel. Iziroam ini merupakan tempat yang pas untuk sewa wifi saat ke luar negeri, karena jangkauannya mencakup seluruh benua. Waktu tahun lalu saat planning ke Korsel, saya udah sampai cari sewa modem Korea di Jakarta. Walaupun gagal ke Korea Selatan pada akhirnya haha.

Ealaah kok melenceng bahasannya, abis setelah me-rewind pengalaman saat diganggu hantu di Belanda jadi merinding. Hiii.. Buat mengalihkan, saya liat drama Korea ajaa. Drakor itu buat saya racun, lihat sedikit langsung deh kebayang-bayang buat liburan tradisional ala-ala orang Korea jaman kerajaan.. Berharap aja nggak diganggu mahluk tak kasat mata lagi disana. Tapi kini saya tidak takut, karena nanti saya mau rental modem Korea buat persiapan melawan mahluk gaib (loh) haha.

Tapi semenjak kejadian ini, saya pribadi jadi agak tertib kalau menginap di hotel. Setiap liburan (kalau tidak sedang halangan), saya selalu membawa Al-Quran kecil, jadi nanti bisa saya baca pas di kamar hotel saat Solat. Terakhir liburan aja (di Kuala Lumpur), waktu itu menginap di Pullman Hotel, sepulang keliling Kuala Lumpur sudah sekitar jam 9 malam, saya masih mengaji dan zikir di kamar hotel sampai ngantuk-ngantuk. Duh, rasanya kikuk deh kalau dikamar hotel, hiks. Tapi, mau nggak mau harus dijalani. Tips nya kalau nginep di hotel apapun dimanapun jangan lupa permisi-permisi, karena kita semua sebenarnya hidup berdampingan dengan para mahluk tak kasat mata itu.

Saya berharap dengan sharing cerita ini bisa mengurangi keparnoan saya ketika harus traveling. ^^

Gimana, nggak takut kan? Hehe

Autumn leaves, so lovely!

Ini hanya pengalaman pribadi kami berdua, bukan berarti hotel yang kami tempati tidak bagus, malahan kami sangat suka hotel tersebut, karena lokasinya di tengah kota dan harganya terjangkau. Saya yakin, dimanapun kami menginap, kalau Allah sudah berkehendak mempertemukan kami dengan sesuatu yang asing bagi kami, yaa pasti tetap akan terjadi dimanapun itu. Wallahualamm..

Semoga bermanfaat dan menghibur ya teman-teman.

Masih banyak cerita berkesan lainnya ketika kami traveling, tunggu cerita lainnya di blog ini!

9 thoughts on “Diganggu Mahluk Halus saat Traveling di Belanda”

  1. I feel u mba tapi mba masi mending ada suami lah aku dong dinas luar kota sendirian di hotel dan itu ngeselinnya lampu kamar mati kedap kedip gitu tapi giliran menjelang subuh sampe siang ga kan ngeselin 😂 mau pindah kamar malas krn pasti ttp aja begitu 3 hari di kamar hotel itu sukses bikin mata item krn ga bisa tidur saking takut 🤣😂

  2. Oke kalau begitu saya ga pilih hotel itu deh hehehe… enjoy Amsterdam mbak.Saya tinggal di Ams juga btw. Pernah juga duahr ga mandi karena perjalanan panjang dari Indonesia. I feel you hehehe..salam kenal

  3. Merinding bacanyaaaa… Mba, tp sbnrnya kalian berdua memang bisa melihat “mereka”, ato makhluknya yg menampakkan diri melayang? Kan katanya td melayang tuh.. Duuuh ini jg sbnrnya yg bikin aku ga prnh mau traveling sendiri hahahaha.. Ga mau tidur sendiri di hotel soalnya

    Kalo airbnb, bgs kok.. Aku pas ke jepang thn lalu, pesen airbnb di osaka dan tokyo. Soalnya tau sendiri hotel di jepang kecil2 byangettttt. Yg kamarnya luas mentok di harga yg muahaaal. Akhirnya airbnb lah. Di tokyo dpt apartmen, di osaka kita dpt rumah. Entire place sewanya..

    Trs di seoul kita jg airbnb. Apartment gt, dan bagus.. Yg terpenting kluar apartm lgs mrt. Jd strategis banget. Ga rugi kok kalo dr airbnb mba. Tp baca semua review yaaa.. Dan kalo bisa pilih yg pemiliknya sudah mencapai level Super Host. Krn udh terpercaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *