Indonesia, Info dan Inspirasi, Surabaya

Blogger Jawa Timur Turut Menduniakan Terminal Teluk Lamong

Hari ke-1 Blogger Goes to Lamong

Surabaya, Rabu (06/12/2017), saya dan beberapa teman-teman blogger dan influencer lainnya mendapat kesempatan berkunjung ke Terminal Teluk Lamong. Kunjungan ini dilakukan selama dua hari, dimana kami berkeliling untuk melihat secara langsung suasana kantor dan kegiatan operasional terminal di lapangan. Bagi kami, ini adalah kesempatan emas yang tidak boleh dilewatkan, karena ini merupakan proyek pemerintah yang sangat vital dan kami bertugas menyampaikan kepada dunia, bahwa Indonesia memiliki pelabuhan yang sangat modern.

Kantor PT Terminal Teluk Lamong, Surabaya

Sedikit flash back yaa… Dahulu kala saya adalah salah satu karyawan dari perusahaan International Freight Forwarding di Jakarta, sering mengurus yang namanya ekspor dan impor, hafal di luar kepala jenis-jenis truck dan container, sudah jadi makanan sehari-hari menghitung muatan suatu truck dan container, menunggu barang ex-import untuk release dan diteruskan ke destinasi akhir menjadi kerjaan sehari-hari. Saya sering bertanya-tanya, kenapa bisa sampai se-ribet itu mengurus pengambilan container di pelabuhan?? Saya harus berulang kali bolak-balik menelpon pihak pelabuhan untuk kepastiannya, malah akhirnya sering ribut sama pihak trucking karena si driver juga beberapa kali tidak memberikan update-nya. Bikin banyak kerjaan kan?

Tapi itu dulu… Sekarang saya sudah beralih profesi menjadi seorang blogger. Di penghujung tahun 2017 ini malah saya mendapat kesempatan yang saya nggak akan lewatkan, yaitu berkunjung ke Terminal Teluk Lamong! Saat itu harusnya saya masih mudik di Jakarta. Sehari sebelum acara TTL, saya bela-belain pulang ke Surabaya, padahal suami saya masih punya 4 hari annual leave, saya tetap kekeuh mau pulang! Haha.

Oiyaaa, PT Terminal Teluk Lamong (TTL) merupakan anak perusahaan Pelabuhan Indonesia III (Persero) berkonsep ramah lingkungan dan semi otomatis. Kenapa ada acara ini? Karena TTL sedang merayakan ulang tahunnya yang ke-4. Pada rangkaian acara ulang tahun ke-4 ini, TTL mengajak blogger Jawa Timur untuk berkunjung dan meliput beberapa kegiatan TTL. Kegiatan bertajuk “Blogger Goes to Lamong” tersebut diadakan pada tanggal 6-7 Desember 2017.

Di hari pertama kunjungan kami ke Terminal Teluk Lamong ini, kami mengikuti kegiatan TTL di pagi hari yaitu Bike to Work. Pelindo III mengutamakan health and fun sebagai bagian dari pemecah kepenatan bekerja pada cabang dan anak perusahaannya. Kegiatan bike to work merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap hari Rabu di lingkungan Pelindo III. TTL sebagai salah satu anak perusahaan Pelindo III, mengemas kegiatan tersebut sebagai ajang untuk menjalin kebersamaan antara pejabat struktural dan pegawai TTL. Direksi dan seluruh manajer wajib mengikuti bike to work dan semangat tersebut diikuti oleh staff TTL, lalu dilanjutkan dengan makan pagi bersama. Rute bike to work TTL dibuat beragam setiap minggunya, rute mayoritas adalah dari kawasan wisata di Kota Gresik menuju TTL.

Setelah menyaksikan bike to work, kami diajak berkeliling kantornya PT Terminal Teluk Lamong. Kami didampingi oleh Dir SDM, Keuangan dan Umum TTL, Eko Hariyadi dan beberapa karyawan TTL lainnya yang masih berpakaian jersey sepeda lengkap. Desain kantor TTL ini sangat unik, hampir di setiap sudut-sudut strategis ada tulisan quotes yang terpampang lebar dan pastinya untuk menyemangati para pekerja TTL. Kami juga bertemu dengan Ibu Dothy, yang menjadi Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, saat itu Bu Dothy sedang bersiap ke acara Exercise ISPS Code 2017, yang juga menjadi agenda kami dalam kunjungan kali ini.

Kegiatan Bike to Work TTL (photo by http://www.prasetyorini.com)
Bu Dothy (DIRUT TTL) dan Pak Eko Hariyadi (DIR SDM, Keuangan dan Umum TTL)
Pak Eko Hariyadi (DIR SDM, Keuangan & Umum TTL) menjelaskan makna tulisan ini

Kantornya ini dibuat untuk memanusiakan para pekerjanya, para karyawan TTL diberikan seragam berupa kaos dan celana jeans, serta ada baju batik yang di desain khusus untuk dipakai setiap hari Kamis. Selain itu, ada juga loh tempat karaoke yang dapat digunakan oleh para karyawan di luar jam kerja. Kalau begini, siapapun pasti mau dong kerja di sini!!

Suasana ruang kerja PT TTL
Pemandangan di luar gedung kantor PT TTL

Di HUT ke-4 TTL ini juga berpas-pasan dengan diadakannya Exercise ISPS Code 2017. Kegiatan ini wajib dilakukan maksimal 8 bulan sekali. International Ship and Port Security Code (ISPS Code) adalah regulasi yang ditetapkan oleh International Maritime Organization (IMO) sebagai lembaga keamanan pelabuhan untuk mengatur kegiatan dan prosedur yang harus diambil untuk menanggulangi ancaman keamanan laut. Kegiatan ini merupakan latihan bersama dalam rangka penanganan pengamanan di wilayah Pelabuhan Tanjung Perak. Jadi, ini adalah semacam simulasi tanggap darurat (antara pihak keamanan pelabuhan, polisi, damkar, dan unit K3 antara TTL dan Pelabuhan Tanjung Perak) kalau ada ancaman kejahatan di pelabuhan.

Bu Dothy (DIRUT PT TTL) memberikan sambutan dalam acara Exercise ISPS Code 2017
Simulasi dalam Exercise ISPS Code 2017
Simulasi dalam Exercise ISPS Code 2017
Simulasi dalam Exercise ISPS Code 2017
Simulasi dalam Exercise ISPS Code 2017

Sebagai penyedia pelayanan kapal domestik dan internasional, TTL telah mendapatkan lisensi dari ISPS Code berkode ID SUB-0018, bahkan The United States Coast Guard (US Coast Guard)  mengunjungi TTL pada Juni 2017 lalu untuk melihat penerapan ISPS di lingkungan TTL. Jadi, pelabuhan yang sudah memiliki standar ISPS Code bisa disambangi oleh kapal-kapal Amerika kedepannya.

Para peserta Join Exercise ISPS Code 2017 di TTL

Kami juga diajak mengunjungi tower PT Terminal Teluk Lamong. Saya baru sekali ini berkunjung ke pelabuhan dan bisa melihat secara langsung kegiatan operasionalnya, biasanya hanya bisa melihat dari luar saja trailer-trailer yang mengangkut container keluar dari pelabuhan. Tower ini merupakan pusat dari kendali ASC (Automatic Stacking Crane) di area receiving and delivery. Yang kami lihat di sini adalah jajaran layar komputer dan stick penggerak. Dari layar tersebut bisa terlihat bagaimana container diletakkan di atas trailer sebelum di delivery.

Karena semuanya sudah di register, baik truk maupun drivernya, jadi driver hanya perlu memarkirkan truknya di gate yang tersedia di area receiving and delivery. Di gate tersebut, driver harus memverifikasi ID nya di counter yang berada di ujung gate ke system dengan men-tap ID Card yang berisi data dan informasi driver dan truk. ASC bergerak dan melakukan lift on dan lift off secara sistem (tanpa dioperasikan oleh manusia) di Container Yard Area. Setelah mendapatkan container yang diminta, ASC akan bergerak menuju ke area receiving and delivery. Nah petugas di tower akan menggerakan ASC di area receiving and delivery, meletakkan container di atas trailer. Ada saluran komunikasi juga antara driver tersebut dengan petugas towernya. Keren ya!!

Automatic Stacking Crane (ASC) di Terminal Teluk Lamong (di Container Yard Area)
ASC di Delivery and Receiving Area (trailer masuk ke gate), foto ini diambil dari tower
ASC di Delivery &Receiving Area (container diletakan di trailer), foto ini diambil dari tower
ASC di Delivery and Receiving Area (trailer keluar dari gate), foto ini diambil dari tower
Di ujung ada trailer yang mengantri untuk mengambil/mengirim container, foto ini diambil dari tower
Monitor di tower untuk mengontrol ASC
Monitor di tower untuk mengontrol ASC
Monitor dan stick di tower untuk menggerakkan ASC di delivery and receiving area TTL

Yang lebih excited dari semua kegiatan hari ini adalah kami melakukan kunjungan ke dermaga peti kemas tempat bongkar muat barang dari dan ke kapal. Saya dan teman-teman dibuat takjub, karena di lapangan ini tidak ada yang namanya sampah berserakan, tidak pula kami menghirup udara kotor dari truk pengangkut di dermaga. Dermaga ini dilengkapi dengan alat super canggih yang bernama Ship to Shore (STS) container cranes, TTL memiliki 10 STS di dermaga untuk melayani kapal domestik dan internasional. Teman-teman blogger diberi kesempatan untuk menaiki container crane ini, ada elevator menuju ke bagian atas crane yang setinggi 40 meter! Sayangnya saya tidak ikut naik, karena selain takut ketinggian, kondisi badan saya juga lagi kurang fit. Tapi, berada di bawah container crane ini membuat saya sangat bangga bahwa Indonesia memiliki pelabuhan yang sangat megah, jauh dari kesan semrawut, tidak ada orang-orang yang lalu-lalang berteriak-teriak, tidak ada sampah dan ceceran yang mengotori lapangan, yang ada hanya mesin-mesin raksasa yang canggih dan modern membuat saya terkagum-kagum.

Ship to Shore (STS) Container Crane di Dermaga Peti Kemas TTL
Ship to Shore (STS) Container Crane di Dermaga Peti Kemas TTL
Petugas yang mengoperasikan STS di Dermaga Peti Kemas TTL
Combined Terminal Tractor (CTT)

Di sesi terakhir hari ini, kami diberikan kesempatan untuk berdialog langsung dengan Bu Dothy yang merupakan Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong. Bu Dothy menerima kami di ruang kerjanya, kesan pertama yang saya tangkap adalah Bu Dothy ini sangat ramah, cerdas dan kuat. Bayangkan saja, selain menjadi pemimpin perusahaan, beliau juga jago karate. Nggak main-main, Bu Dothy adalah pemegang sabuk cokelat di karate loh!! Bu Dothy menjadi bukti nyata bahwa wanita juga bisa menjadi pemimpin, membangun karir tanpa melihat gender. Dalam diskusi, Bu Dothy menjelaskan berbagai pertanyaan yang diajukan oleh teman-teman blogger. Yang menjadi highlight bagi saya adalah bahwa Bu Dothy sangat mendukung setiap wanita untuk berkarir dan berkarya. Menurutnya, dimanapun wanita berkarir harus mendapat support dari pihak sekelilingnya, wanita bisa menentukan karirnya sendiri.

Bu Dothy (DIRUT PT TTL) dalam diskusi hangat dengan para blogger

Hari pertama kunjungan ke PT Terminal Teluk Lamong diakhiri dengan mendapat setumpuk penuh pengetahuan baru bagi saya dan teman-teman tentang gambaran pelabuhan yang sudah sangat modern di Indonesia, rasanya Indonesia sudah siap bersaing dengan negara manapun kalau sebegini modernya fasilitas di pelabuhan. Hari pertama sudah cukup menjawab pertanyaan dan rasa penasaran saya dari jaman saya kerja dahulu, menurut saya yang namanya hambatan dalam proses delivery atau receiving ekspor dan impor bisa ditekan jika semua pelabuhan di Indonesia sangat tertib dan memiliki teknologi yang canggih seperti di Terminal Teluk Lamong ini.

9 thoughts on “Blogger Jawa Timur Turut Menduniakan Terminal Teluk Lamong”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *