Blogger, Info dan Inspirasi

Netizen dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR RI

Kemarin (04 November 2017), MPR-RI menyelenggarakan acara yang sangat bermanfaat dengan merangkul beberapa netizen di Jawa Timur dalam acara Ngobrol Bareng MPR-RI, bertempat di Fairfield by Marriott, Surabaya. MPR RI diamanahkan UU untuk melakukan kegiatan pemahaman nilai-nilai luhur bangsa kepada masyarakat melalui Sosialisasi Empat Pilar MPR RI. Sekretaris Jenderal MPR RI Ma’ruf Cahyono hadir di tengah-tengah netizen Jawa Timur ini.

Perbincangan tentang 4 Pilar MPR RI oleh Sekjen MPR RI Ma’ruf Cahyono (tengah)
Para peserta mengabadikan momen perbincangan (Foto by Kangerik)

Empat pilar tersebut antara lain:

  1. Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara
  2. UUD 1945 sebagai Konstitusi Negara
  3. NKRI sebagai Bentuk Negara
  4. Bhinneka Tunggal Ika sebagai Semboyan Negara

MPR-RI mengajak netizen dalam acara ini, karena memberikan pemahaman kepada para netizen dianggap sangat efektif, jika memahami betul nilai-nilai luhur bangsa, mereka akan menyebarkan nilai-nilai tersebut dalam setiap tulisan mereka, sehingga memberikan semangat kebangsaan bagi para pembacanya, meneruskan semangat juang negara untuk mengisi kemerdekaan dengan hal yang berguna. Pernah dengar celetukan bahwa “restu netizen lebih berpengaruh daripada restu ibu”, hal tersebut menunjukkan bahwa netizen memegang peranan penting dalam era informasi modern saat ini. Maka dari itu, diperlukan edukasi yang lebih baik bagi para netizen, agar netizen tidak hanya sekedar copy paste tulisan yang sebenarnya belum dicari kebenarannya. Kata Pak Ma’ruf, “istilahnya berita hoax. Jangan-jangan kita sering kritis tapi belum membaca”

Netizen adalah gabungan kata dari internet dan citizen (warga), yang seringkali diartikan sebagai “warganya internet”. Jadi, yang biasanya disebut sebagai netizen adalah orang-orang yang secara aktif terlibat di komunitas online, atau Internet secara umumnya.

Netizen’s Jawa Timur serius dalam menyimak(Foto by Kangerik)
We are Netizen’s MPR RI (Foto by Kangerik)

MPR RI sebagai Rumah Kebangsaan Pengawal Ideologi Pancasila dan Kedaulatan Rakyat sangat mengikuti perkembangan jaman, tidak kaku dan lebih ramah informasi. MPR RI tahu betul, bahwa Indonesia sudah sangat maju. Melalui tulisan-tulisan seperti di blog, sosial media, atau artikel-artikel online lainnya bisa memberikan pengaruh besar bagi para pembacanya, yang pasti informasi-informasi yang tersebar melalui internet itu tidak kenal batas wilayah dan waktu. Kata Sekjen MPR RI, “MPR tidak lagi menyeramkan, sekarang setiap orang bisa masuk ke dalam gedung MPR RI untuk wisata edukasi”. Makanya, edukasi ini diadakan sangat santai dan dapat diterima dengan baik oleh para peserta.

I am proud be an Indonesian (Foto by Kangerik)
4 Pilar MPR RI (Foto by Kangerik)

Pak Ma’ruf menjelaskan setiap insan Indonesia adalah Pancasila, maka dari itu sudah seharusnya memahami, menyadari dan melaksanakan, serta menterjemahkan Ideologi Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di dalam bermasyarakat. Pancasila bukan hanya milik orang Islam atau orang Katolik saja, tapi milik semua yang berkeyakinan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Layaknya bangunan yang tanpa pondasi (dasar) tentunya bangunan tersebut tidak akan bisa berdiri, itulah Pancasila sebagai dasar Negara Indonesia. Semakin modernnya jaman, maka semakin diperlukan Pancasila. Loh kok bisa? Pancasila adalah ideologi yang sama sekali tidak kuno, Pancasila bisa mengatur kehidupan Bangsa Indonesia dari jaman ke jaman. Pancasila tidak bisa diubah kedudukannya sebagai Dasar dan Ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia walaupun semaju apapun Negara ini kelak.

Pancasila dalam kehidupan sehari-hari (sumber: MPR RI)

Selanjutnya, penjelasan tentang Konstitusi Negara Indonesia. Undang-undang Dasar 1945 merupakan konstitusi bagi Negara Indonesia. Sebagai dasar hukum, UUD 1945 memegang peranan dalam mewujudkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam ideologi bangsa Indonesia, yaitu Pancasila. Konstitusi NKRI yang berdasarkan Pancasila ini memiliki tujuan negara seperti yang termuat dalam pembukaan UUD 1945, yaitu : “melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial”.

Semboyan Negara Indonesia, “Bhinneka Tunggal Ika” juga sangat modern, semboyan tersebut diciptakan untuk mempersatukan keberagaman yang terlihat jelas di mata kita. Ketika berbicara Indonesia, kita akan membicarakan jutaan manusia dari Sabang sampai Merauke yang beragam. Lintas perbedaan tersebut sudah dipersatukan dengan semangat kemerdekaan selama 350 tahun melalui perjuangan perih melawan dan mengusir penjajah dari Bumi Pertiwi ini. Maka, jangan hanya karena perbedaan kecil jadi terpecah, justru dengan perbedaan dan perdebatan bisa menjadi masukan diri agar menjadi lebih baik, ujar Pak Ma’ruf. Bhinneka Tunggal Ika mengajarkan kita untuk tetap bersatu dalam keberagaman yang ada, tanpa memandang sinis perbedaan tersebut, menerima perbedaan tersebut, serta bangga dengan keberagaman yang justru memperkaya negara ini.

Semangat perjuangan selama 350 tahun tercapai dengan proklamasi kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945, peristiwa itu menjadi asal-muasal didirikannya Negara Indonesia serta pengumuman kemerdekaan kepada negara-negara lain. Bentuk negara yang dipakai oleh Indonesia ialah Negara Kesatuan dengan bentuk Republik. Bentuk tersebut tercantum dalam UUD 1945 Pasal 1 Ayat 1 yang berbunyi sebagai berikut: “Negara Indonesia ialah Negara Kesatuan yang berbentuk Republik”.

Para peserta berfoto bersama saat acara berakhir (Foto by Kangerik)
Sebagai penutup, Sekjen MPR RI menegaskan bahwa, esensi Indonesia bukan soal wilayah saja, esensi Indonesia bukan soal pengakuan saja, tapi esensi Indonesia soal janji diri kita terhadap negara yang tertuang dalam empat pilar tadi yang tidak boleh hilang, karena ini harta yang berharga. Yang kalau lengah, nanti bisa dicuri oleh bangsa lain. Kita dikasih yang baru (yang lebih terlihat canggih), negara lain mengambil dari kita. Kita dikasih ini dan itu, sehingga kita lupa. Maka siapa yang bertanggung jawab menjaganya?? Yaitu Anda, para pemudi-pemuda Indonesia. Maka, bangkitlah pemudi dan pemuda Indonesia untuk Negara Tercinta!!

6 thoughts on “Netizen dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR RI”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *