Re-honeymoon (part 3)

Masih di hari yang sama, yaitu tanggal 16 Sept 2016, jam 4 sore waktu setempat pendaratan pesawat kami di Chek Lap Kok superrrr mulus!! Yaa semenjak saya sering naik pesawat bersama sangsuami yang suka banget dunia penerbangan, saya jadi sedikit tahu mana landing yang mulus dan mana yang gasruk.

Sedikit mengutip perjalanan kami ke Hongkong tahun lalu, sebetulnya saya lupa banget bagaimana perjalanan honeymoon kami tersebut, sayapun sudah berusaha menuliskannya di blog ini tapi terputus begitu saja hehe (bisa dilihat di sini). Makanya, pas sangsuami ngajak jalan-jalan saya milih Hongkong lagi aja, selain untuk mengenang, selain itu juga demi menuntaskan tulisan ini hhe.

Chek Lap Kok atau Hongkong International Airport sangaaaat bagus menurut saya, tapi saya tetap paling suka Changi Airport (karena lebih banyak jajanannya hehe). Mulai dari pas pesawat approach (semoga bener yah bahasanya, intinya pas mau landing), bisa kelihatan dari atas pesawat bahwa bandaranya dikelilingi oleh lautan dan perbukitan atau pegunungan (perbukitan tersebut mengingatkan saya sama bandara di Chile, Yanggg kesana lagi yukk huhu!! *modus*), selain itu bisa kelihatan di sekeliling airport nggak ada tuh rumah-rumah warga yang bejibun hhe. Lanjuttt.. Waktu landing, di sekeliling runway atau taxi way nggak ada jalan raya kayak yang ada di Soekarno-Hatta Airport, tidak ada pemandangan pepohonan jadi agak gersang tapi cenderung terlihat bersih dan aman!! (Bahaya nih, penulisan gue mulai menjurus ke pengamatan teknis!! Maap yak kalau salah-salah, ini cuma pengamatan secara awam aja kok, setiap orang pasti beda-beda penilaiannya)

Nih saya menemukan artikel yang menarik tentang HKIA ini, check this out!!

Seperti dikutip dari laman Bornrich, Kamis 4 September 2014, menurut sebuah laporan tag, Bandara International Hong Kong, yang terletak di Pulau Chek Lap Kok di distrik Hong Kong, dinobatkan sebagai bandara termahal di dunia.

Kabarnya, bandara ini berhasil masuk ke Guinness Book of World Records berdasarkan biaya yang dikeluarkan selama konstruksi pembangunan mencapai US$20 miliar.

Bandara raksasa itu telah dibangun di sebuah pulau buatan yang luas dengan meratakan beberapa pulau. Pembangunan bandara pun membutuhkan waktu hingga enam tahun.

Bandara Chek Lap Kok menggantikan Kai Tak Airport yang sebelumnya menjadi bandara metropolitan utama di Asia. Kai Tak Airport telah menutup kegiatan operasionalnya pada beberapa tahun yang lalu dan dipindahkan ke Bandara Chek Lap Kok.

Bandara Chek Lap Kok mulai beroperasi pada 1998, kemudian dengan cepat menaiki grafik global dan saat ini dianggap sebagai salah satu terminal penerbangan dengan penanganan kargo tersibuk di dunia.

Bandara ini juga menjadi salah satu bandara tersibuk di dunia yang menangani jutaan penumpang setiap tahun. Laporan menunjukkan bahwa lebih dari 90 maskapai penerbangan global terbang ke 150 tujuan di seluruh dunia dari Bandara Chek Lap Kok.

Bandara ini juga memberikan kontribusi yang penting bagi perekonomian Hong Kong dan dilaporkan mempekerjakan lebih dari 60.000 karyawan.

Bandara Chek Lap Kok memiliki 66 pintu masuk. Saat ini, di Terminal 1 bandara itu digolongkan sebagai bangunan terminal bandara terbesar ketiga di dunia dan berhasil mengalahkan terminal di Bandara Dubai dan Beijing.

MasyaAllah gimana nggak keren, HKIA ini merupakan bandara termahal di dunia!! Untuk sumber berita tersebut saya meminjam dari berita online VIVA. Saya melihat bentuk jadinya HKIA aja udah melongo apalagi waktu tahu bahwa ini bandara termahal di dunia!! Kali ini saya nggak akan melewatkan sedikitpun pemandangan-pemandangan Hongkong mulai dari pendaratan pesawat.

Aproaching to HKIA

Approaching to HKIA

Perbukitan di sekeliling airport

Perbukitan di sekeliling airport

Touch down

Touch down

Parkir!!

Parkir!!

Pemandangan dari garbarata

Pemandangan dari garbarata

Thanks to Capt. Manotar Napitupulu atas penerbangan GA 860 (PK-GPQ by A330-241)

Thanks to Capt. Manotar Napitupulu atas penerbangan GA 860 (PK-GPQ by A330-241)

Gimana?? Bener kan pemandangannya kayak yang saya bilang hehe. Rute penerbangan yang dilayani oleh HKIA pun nggak kehitung banyaknya (males ngitung).

Rute penerbangan HKIA

Rute penerbangan HKIA per Mei 2012 (Sumber: Wikipedia)

Saatnya keluar garbarata menyusuri bangunan terminalnya, oiya kami ber-5 harus nungguin Angah (tante kami) lagi yang belum landing dari Singapura, Angah naik Singapore Airlines (SQ872) dan kedatangannya sekitar jam 7 sore, kami harus nunggu sekitar 3 jam di bandara. Saya udah edit tulisan saya di part 2, saya tambahain detail team kami yang berangkat ke Hongkong, yesss kami tidak hanya pergi berdua saja, tapi totally ber-6 haha!!!

Satu jam pertama kami menunggu di dalam (sebelum imigrasi), disini disediakan kursi-kursi yang sangat nyaman, ditambah fasilitas wifi yang super cepat, kurang makanan gratis doang nih!

Tempat nunggu yang nyaman di HKIA

Tempat nunggu yang nyaman di HKIA

Di setiap sudut ada tempat duduknya

Di setiap sudut ada tempat duduknya

Dua jam sisanya kami menunggu di area conveyor belt setelah melewati imigrasi. Disini cuma ada sedikit kursi tunggu. Saat kami duduk menunggu, ada pegawai bandara meminta satu kursi untuk seorang bapak tua yang didorongnya di kursi roda, kami persilahkan dia duduk di antara kami, ternyata dia tidak sendiri, tapi berdua dengan istrinya. Mereka menunggu bagasi mereka, kami sempat bercakap-cakap dengan si bapak yang duduk di sebelah kami, mereka berdua memang berwajah cina tapi berkewarganegaraan Kanada, mereka habis melakukan perjalanan jauh dan cukup lama, sebulan pertama mereka berangkat dari Kanada ke Thailand, setelah itu mereka ke Johannesburg di Afrika Selatan mengunjungi anak mereka selama sebulan, dari sana mereka melanjutkan perjalanan kesini, mereka akan stay di Hongkong selama sebulan sebelum kembali ke Kanada. Kami sangat senang melihat pasangan suami istri yang sudah lanjut usia tersebut sangat bahagia dan menikmati masa tua mereka dengan penuh cinta dan saling sayang satu sama lain. Semoga kami berdua juga bisa terus saling mencintai hingga akhir hayat, aamiin…

Tidak kerasa Angah pun sampai, kami memang sengaja menunggu disini, karena ini merupakan lokasi conveyor belt SQ872 dari Singapura, selain menunggu Angah kami juga menunggu barang kami, kami titipkan bagasi kami juga di Angah hehe.

Area Conveyor Belt

Area Conveyor Belt

Conveyor Belt

Conveyor Belt

Akhirnya komplit!!

Akhirnya komplit!!

Seperti yang sudah saya jelaskan, kami landing di Terminal 1 (gate 16) setelah kami melewati imigrasi kami pun menuju baggage claim area. Selanjutnya setelah team lengkap, kami segera menuju ke area public dan turun ke ground floor untuk membeli kartu Octopus, kartu serbaguna untuk segala pembayaran di Hongkong. Perorang harus membayar 150 HKD, dengan rincian, 100 HKD adalah isi dan 50 HKD adalah deposit yang bisa ditukarkan uang lagi nantinya. Terminal bisnya tertata rapih dan bersih, semua jadwal kedatangan dan keberangkatan bis disini sangat tepat waktu, dan antriannya juga teratur, nyaman dan aman.

Ke lantai bawah untuk membeli Octopus dan menuju terminal bis

Ke lantai bawah untuk membeli Octopus dan menuju terminal bis

Pemandangan HKIA menuju terminal bis

Pemandangan HKIA menuju terminal bis

Kwitansi Octopus nya

Kwitansi Octopus nya

Bus Location Map

Bus Location Map

Pemandangan di terminal bis

Pemandangan di terminal bis

Sebenarnya ada banyaaaak sekali pilihan transportasi dari HKIA ini dengan berbagai tujuan, saya pernah sedikit menjelaskan di tulisan saya tentang Hongkong yang pertama di blog ini. Buat yang nggak mau ribet (karena cuma butuh 24 menit untuk sampai di central) tapi rela keluar uang lebih banyak bisa naik Airport Express tapi kalau kami lebih memilih naik bis.

Berikut adalah cuplikan artikel dari Discover Hongkong tentang Airport Express yang kira-kira dapat bermanfaat bagi teman-teman:

Airport express MTR yang berkecepatan tinggi membutuhkan 24 menit untuk mencapai Pulau Hong Kong dan cara tercepat untuk sampai ke kota dan bandara. Penumpang Airport Express dapat menggunakan bus antar jemput dari Stasiun Kowloon dan Hong Kong ke hotel-hotel utama. kedua stasiun ini juga memberikan pelayanan check-in kota gratis untuk maskapai penerbangan utama. Silahkan hubungi maskapai penerbangan anda untuk informasi lebih lanjut.

 

Membeli tiket perjalanan Airport Express seharga HK$250 atau HK$350  (keduanya termasuk uang jaminan sebesar HK$50) untuk menikmati satu atau dua perjalanan tunggal pada Bandar Udara Express, serta tiga hari berturut-turut perjalanan tak terbatas pada MTR, Light Rail dan MTR Bus (yang beroperasi di barat laut new territories). Tiket ini berlaku selama 180 hari sejak tiket diberikan.

Banyak juga keuntungan menggunakan Airport Express, lain kali saya mau coba membuktikannya ah!!

Sesuai pengalaman kami sebelumnya kami pun memilih bis S1 sebagai sarana transportasi kami menuju Hongkong Central, untuk informasi bis plus tarifnya bisa cek langsung kesini. Sebetulnya banyak sekali bis yang disediakan dengan berbagai macam tujuan, ada baiknya teman-teman jeli membaca tujuan-tujan bis tersebut di website ini.

Sebagai contoh, tujuan kami adalah Causeway Bay, setahu saya dan sangsuami ke Causeway Bay bisa naik Bis S1 dan E11 saja, ternyata pas saya baca-baca lagi, ternyata bisa juga naik Bis A11 dengan tarif HKD 40, malah Bis A11 ini lebih nyaman karena tidak perlu transit-transit lagi (cek link ini untuk info). Sedangkan untuk Bis S1 mesti transit-transit huhu. Yasudahlah buat next holiday ke Hongkong naik Bis A11 aja. Kami lupa melakukan riset kembali yang sebetulnya kami menggunakan pengalaman pertama kami ke Hongkong tahun lalu yang langsung ke Macau jadi mesti naik Bis S1 (turun di Tung Chung) dan lanjut MTR ke Sheung Wan. Untuk rute perjalanan kami kali ini menuju hotel kami di Causeway Bay sbb:

  1. Bis S1 dari HKIA ke Tung Chung Station (HKD 3.5 per orang)
  2. Naik MTR dari Tung Chung menuju ke Hongkong/Central
  3. Naik MTR dari Hongkong/Central ke Causeway Bay

Saya sempat baca blog-blog orang asing, salah satunya HK Travel Blog yang menyatakan bis S1 ini sangat murah, saking murahnya pernah mendapat julukan “the cheapest way to HK Airport”, tapi kata blog tersebut S1 bukan lagi termurah tapi masih sangat murah, bisa baca-baca blog ini sebagai referensi kalian dan juga saya!!

MTR Hongkong

MTR Hongkong

MTR Routes from Tung Chung to Causeway Bay

MTR Routes from Tung Chung to Causeway Bay

Bis s1

Bis s1

Sesampainya di tujuan akhir kami, yaitu Stasiun MTR Causeway Bay kami langsung bertemu dengan Ibu Ima, pemilik apartmen yang akan kami sewa selama di Hongkong. Lokasi apartemennya memang betul-betul strategis, yang berseberangan dengan SOGO. Apartemen yang kami sewa ada di lantai 4 dan memiliki 2 kamar, sebetulnya ada 4 kasur yang bisa kami tempati untuk ber-enam sekaligus, tapi kami sudah terlanjur booking hotel di tempat lain, karena memang kami tidak berencana pergi ramai-ramai.

Setelah serah terima kunci apartemen, kami pun  tidak berlama-lama istirahat di kamar, karena sudah malam, kami langsung mengantar Ayah dan Bunda ke hotel yang telah kami booking. Rencana nya dua malam ini kami ber-4 (saya, suami, alika dan angah) akan tidur di apartemen Bu Ima. Oiya sebetulnya yang kami sewa adalah Apartemen juga (218 Apartement), lokasinya ada di Henessey Road, tidak terlalu jauh dari Causeway Bay. Bisa naik teng-teng atau MTR dari depan apartemennya Bu Ima dan turun di Henessy Road (Wan Chai Station).

Kasurnya

Kasurnya

Mini Bar

Mini Bar

Televisinya ada siaran internasional

Televisinya ada siaran internasional

Toiletnya

Toiletnya

Toilet

Toilet

218 Apartment Henessy Road

218 Apartment Henessy Road

Kami pun balik menuju Causeway Bay naik tram, oiya kami hanya ber-3 aja mengantar Ayah dan Bunda ke Henessy Road, Angah kecapean dan memilih stay di apartemen Ibu Ima. Kami sempat mampir di McD yang ada di dekat apartemen Bu Ima, tapi saya memilih untuk nyemilin saja, karena saya sudah terlanjur ngiler nasi dan rendang yang dipanaskan Angah di kamar hehe. Setelah makan McD, kami masih mampir ke supermarket, hadehhh kaki rasanya mau copot, mata juga udah berat banget… Sesampainya di supermarket, saya malah heran, apa karena lokasinya yang strategis atau emang budaya orang sini ya yang suka belanja malem-malem. Saya lihat jam di tangan, sudah jam 12 waktu setempat bokkk tapi antrian kasir masih panjang dan crowded banget orang-orang pada belanja!! Tidak peduli dengan mata yang udah 5 watt, sayapun langsung makan sesampainya di kamar, rasa rendangnya menjadi istimewa kalau di luar negeri, apalagi ini pertama kalinya bagi saya membawa makanan Indonesia saat traveling.

Tram yang modern

Tram yang modern

Lafarrr

Lafarrr

Sayur sawi segar malam hari

Sayur sawi segar malam hari

Anggur hitam

Anggur hitam

Got it! Kami milih anggur merah

Got it! Kami milih anggur merah

Lipton tea

Favorite Lipton tea!

Halal! We chose it!

HALAL! We chose it!

King of Fruit

King of Fruit

Ngantuk-ngantuk tetep jajan!

Ngantuk-ngantuk tetep jajan!

Antrian kasirnya

Antrian kasirnya

Masih ramai!

Masih ramai!

Rendang!!!

Rendang!!!

Malam ini ditutup dengan rendang buatan nenek, enak banget masakan terenak sedunia ini!! Mimpi indah deh malem ini.. Good night!!

By the way, Ibu Ima merupakan WNI yang sudah 20 tahun lebih tinggal di Hongkong, saya akhirnya bertanya setelah Bu Ima adu mulut (marah-marah) dengan warga setempat saat mau menaiki lift menuju kamar, Bu Ima sangat fasih berbahasa China. Kedua anaknya yang saat itu ikut bersama pun bersekolah disana. Bu Ima sendiri tinggal di gedung yang sama di lantai 6.

Tunggu di part selanjutnya ya!!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *